Home Regional Pemkot Mojokerto Meringankan Beban, Memacu Semangat: Program Seragam Gratis Disambut Positif Wali Murid

Meringankan Beban, Memacu Semangat: Program Seragam Gratis Disambut Positif Wali Murid

0
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyerahkan secara simbolis paket perlengkapan sekolah kepada perwakilan siswa di Balai Kota, Jumat (18/7/2025). foto.doc:istimewa

Balai Kota Mojokerto pagi itu dipenuhi wajah cerah anak-anak dan orang tua yang datang berombongan. Jumat (18/7/2025), menjadi hari istimewa bagi ribuan siswa baru di Kota Mojokerto. Mereka bukan sekadar menerima bantuan perlengkapan sekolah gratis—lebih dari itu, mereka membawa pulang harapan.

Di tengah semarak suasana, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyerahkan secara simbolis paket perlengkapan sekolah kepada perwakilan siswa. Satu pasang sepatu, tiga stel seragam lengkap, tas sekolah, dan alat tulis—semua diberikan gratis sebagai bagian dari program tahunan Pemkot Mojokerto. Tahun ini, sebanyak 5.641 paket disalurkan untuk siswa TK, SD, hingga SMP sederajat.

“Ini bentuk komitmen kami agar tidak ada anak-anak di Mojokerto yang tertinggal hanya karena keterbatasan biaya,” tegas Ning Ita, sapaan akrab wali kota. Ia juga menegaskan, program ini bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari upaya nyata memajukan pendidikan yang merata dan berkualitas.

Bagi banyak wali murid, program ini benar-benar terasa manfaatnya. Sri Wahyuni, salah satu wali murid SD di kawasan Kranggan, mengaku lega. “Kalau beli sendiri, satu anak bisa habis hampir satu juta. Alhamdulillah, ini sangat meringankan. Anak juga lebih semangat sekolah karena dapat seragam baru,” ujarnya.

Senada disampaikan oleh Agus, orang tua siswa SMP di Prajuritkulon. Ia bahkan menyebut program ini sebagai “angin segar” bagi keluarga ekonomi menengah ke bawah. “Kadang bukan soal mau atau tidak mau nyekolahke, tapi memang berat di biaya awal masuk. Ini bantuan nyata, bukan janji-janji politik saja,” katanya sambil tersenyum.

Pemkot Mojokerto juga tak menutup mata terhadap siswa SMA sederajat, meski bukan kewenangan kota. Ning Ita menjelaskan, bantuan tetap disalurkan lewat skema beasiswa, bersinergi dengan Dinas Sosial, Baznas, dan Forum CSR.

Tak hanya menyalurkan bantuan, Pemkot juga mengalokasikan Rp 28 miliar lebih untuk dana BOSDA guna mendukung sekolah-sekolah di bawah naungan pemerintah kota.

“Saya berharap upaya ini bisa ikut mendorong peningkatan IPM Kota Mojokerto setiap tahun. Karena kalau IPM naik, itu berarti ada perbaikan di sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat,” tandas Ning Ita.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, pembagian perlengkapan sekolah gratis ini menjadi lebih dari sekadar seremoni. Di mata para orang tua, ini adalah bentuk nyata hadirnya negara di tengah kebutuhan dasar warga.

“Bagi kami, bukan hanya soal seragam atau sepatu, tapi ini soal perhatian. Rasanya anak-anak dihargai, sekolah bukan lagi beban,” tutup Wahyuni, sebelum bergegas membawa putrinya pulang, dengan seragam baru dan semangat baru. (ant/one)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version