Taman Bahari Mojopahit (TBM) Kota Mojokerto, Minggu pagi (3/8/2025), berubah total menjadi sirkuit mini penuh warna dan sorak-sorai. Bukan oleh suara knalpot atau deru mesin, melainkan oleh derap kaki mungil yang mengayuh sepeda tanpa pedal, push bike, dengan semangat luar biasa.
Lebih dari 150 pembalap cilik dari berbagai daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah ikut meramaikan Fun Race Mojo Fiesta 2025. Dari Kota Mojokerto sendiri hingga Surabaya, Blitar, Malang, Kediri, Tuban, dan bahkan Yogyakarta, mereka datang bukan semata ingin juara, tapi untuk merayakan kegembiraan bersama.
Helm warna-warni, jersey mini, dan sepatu unyu-unyu berseliweran di arena. Di pinggir lintasan, para orang tua tak kalah heboh. Ada yang membawa pom-pom, ada yang ikut lari di samping anaknya sambil menahan napas, tak kalah tegang dibanding final MotoGP. Teriakan “ayo gas!” bersahutan dengan “hati-hati belokannya, Nak!” seolah menjadi backsound alami dari festival kecil nan meriah itu.
“Antusiasmenya luar biasa. Ini bukan sekadar lomba, tapi panggung ekspresi sekaligus pelatihan tanggung jawab dan keberanian sejak dini,” ujar Fauzan, Kepala Bidang Perdagangan Diskopukmperindag Kota Mojokerto selaku OPD penyelenggara dari Pemkot Mojokerto.
Menurutnya, anak-anak tidak hanya melatih keseimbangan dan ketangkasan motorik, tapi juga belajar sportif, meski belum genap lima tahun. “Kegiatan seperti ini sangat layak dijadikan agenda tahunan dalam rangka Hari Jadi Kota Mojokerto,” tambahnya.
Ajang ini juga selaras dengan semangat Hari Jadi ke-107 Kota Mojokerto tahun ini: “Menuju Kota Wisata Sejarah yang Mandiri, Berdaya Saing, dan Berdampak.” Lewat event ini, kota menunjukkan keseriusannya dalam membangun karakter sejak usia dini. “Ada harapan besar yang ditanam melalui langkah-langkah kecil mereka di lintasan hari ini,” kata Fauzan.
Di lintasan, dari yang baru bisa berdiri tegak hingga yang sudah lincah menyalip di tikungan, masing-masing anak menunjukkan gayanya. Ada yang terlalu semangat sampai salah jalur, ada yang justru berhenti mendadak karena tergoda jajanan. Tapi semuanya tetap tersenyum, karena di mata mereka, ini adalah hari libur paling seru dalam hidup mereka.
Sementara itu, TBM benar-benar menjelma jadi ruang publik yang hidup. Penuh geliat, makna, dan tawa. Seorang bocah dua tahun dengan helm kebesaran tampak serius berusaha menyalip temannya. Penonton di pinggir lintasan ikut tertawa dan bersorak, seolah menyaksikan aksi balap kelas dunia.(ridwan)
