Home Ekonomi Ekonom UGM: Tantangan Kopdes Merah Putih Ada pada Penerapan Prinsip Koperasi

Ekonom UGM: Tantangan Kopdes Merah Putih Ada pada Penerapan Prinsip Koperasi

1
ilustrasi:Koperasi Merah Putih

Jogjakarta-(satujurnal.com)
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) resmi diluncurkan secara nasional. Namun menurut pakar ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM), Amirullah Setya Hardi, Ph.D., keberhasilan program ini tidak cukup hanya dilihat dari jumlah koperasi yang terbentuk.

“Masalah utama koperasi di Indonesia bukan pada jumlahnya, tapi pada sejauh mana koperasi bisa menjalankan prinsip-prinsip dasarnya secara nyata,” kata Amirullah, dilansir dari ugm.ac.id, Selasa (5/8/2025).

Menurutnya, koperasi berbeda dengan badan usaha lain karena harus menempatkan kesejahteraan anggota sebagai prioritas utama.

Pernyataan ini merespons peresmian Kopdes Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto yang menandai dimulainya uji coba penjualan dan distribusi kelembagaan untuk 80.000 koperasi desa, dengan 103 di antaranya dijadikan model percontohan. Program ini dilandasi oleh Instruksi Presiden No. 9 Tahun 2025, yang bertujuan memperkuat ekonomi desa, memperbaiki ketahanan pangan, dan mengurangi ketergantungan warga terhadap pinjol, tengkulak, maupun rentenir.

Amirullah menilai langkah ini tepat untuk mendorong kebangkitan ekonomi desa. “Dengan sekitar 8 juta anggota koperasi di Indonesia, potensi perluasan gerakan koperasi sangat besar,” ungkapnya.

Namun, ia juga menggarisbawahi pentingnya koperasi untuk hadir sebagai alternatif yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga desa. “Koperasi harus mampu bersaing dengan pinjaman online dan rentenir, bukan hanya dalam akses cepat, tapi juga dalam rasa aman dan keberdayaan,” tegasnya.

Menurut Amirullah, koperasi desa harus menjamin akses ke layanan keuangan, bahan pokok, pupuk, dan kebutuhan dasar lainnya. Ia berharap, program besar ini tak hanya menjadi proyek jangka pendek, melainkan betul-betul menjadi gerakan ekonomi rakyat yang melibatkan partisipasi aktif warga desa.

“Kalau prinsip koperasi dijalankan sungguh-sungguh, dengan dukungan pasokan barang dan modal usaha dari pemerintah, koperasi bisa jadi motor kesejahteraan desa. Dampaknya bukan cuma lokal, tapi juga nasional,” pungkasnya.(one/kgm)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version