
Mojokerto-(satujurnal.com)
Komitmen Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, bersama Forkopimda untuk menjaga kondusifitas kota mendapat dukungan penuh dari organisasi lintas agama dan kepemudaan. Hal itu ditegaskan lewat Deklarasi Damai yang digelar di Pendapa Sabha Kridatama Rumah Rakyat pada Selasa (2/9/2025).
Ning Ita, sapaan walikota, mengapresiasi langkah para pemuda yang bertekad menjaga keamanan dan kedamaian Kota Mojokerto.
“Kota Mojokerto adalah rumah kita bersama. Kalau pemuda sudah berkomitmen, saya yakin kota ini akan jadi salah satu kota ternyaman di Nusantara,” cetusnya.
Dalam acara yang juga dihadiri
Wakil Wali Kota Rachman Sidharta Arisandi, Kapolresta Mojokerto AKBP Herdiawan Arifianto, Dandim 0815 Mojokerto Letkol Inf. Rully Noriza, dan Dandenpom V/2 Letkol CPM Sigit Prabowo, Ning Ita juga menekankan, kebebasan berpendapat adalah hak semua warga, tapi harus dilakukan secara damai dan bijak, agar tidak ditunggangi pihak yang punya niat buruk.
“Untuk sementara, penyampaian pendapat terbuka atau demo kita tahan dulu. Bukan melarang, tapi demi menjaga situasi tetap kondusif,” jelasnya.
Selain itu, Ning Ita mengajak semua organisasi yang hadir untuk aktif menjaga kota bersama TNI-Polri. Ia berharap, jika ada potensi kerawanan di titik tertentu, bisa segera dilaporkan agar bisa dicegah lebih dini.
Senada dengan itu, Kapolresta Mojokerto AKBP Herdiawan Arifianto juga menekankan pentingnya kewaspadaan bersama. Ia mengungkap, ada provokasi di media sosial yang mencoba melibatkan pelajar dalam aksi anarkis, tapi berhasil diredam lewat koordinasi semua pihak.
“Mari kita sama-sama jadi provokator, tapi untuk kebaikan. Jadi provokator damai, biar kota ini selalu aman dan nyaman,” imbaunya.
Deklarasi damai yang dibacakan berisi lima poin sikap bersama, di antaranya mengajak masyarakat tidak terprovokasi isu SARA, mendukung TNI-Polri bertindak humanis, serta mendorong semua organisasi menjaga ketertiban. (one/hms)