
Jombang-(satujurnal.com)
Puluhan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Plosogenuk 1, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, terpaksa menjalani kegiatan belajar mengajar (KBM) di ruang darurat sejak sepekan terakhir.
Atap dan plafon tiga ruang kelas ambruk akibat usia bangunan yang sudah tua, ditambah curah hujan yang terus mengguyur wilayah tersebut setiap hari.
Sekitar 50 siswa dari tiga kelas kini harus berpindah ke area parkir, perpustakaan, dan mushola sekolah demi memastikan proses pembelajaran tetap berjalan. Kendati tidak layak, ruang-ruang tersebut menjadi satu-satunya pilihan setelah kondisi atap ruang kelas tampak bergelombang dan rawan roboh.
“Kami terpaksa mengosongkan ruangan karena khawatir terjadi sesuatu pada siswa maupun guru,” jelas Kepala SDN Plosogenuk 1, Lusi Dian Winari, Kamis (13/11/2025).
Kerusakan terparah terjadi pada ruang kelas 6. Sebagian rangka atap dan genting telah ambruk, menimpa plafon hingga menimbulkan kebocoran besar. Puing-puing atap dan pecahan plafon berserakan di dalam kelas, sementara genangan air mengisi lantai setiap kali hujan turun. Kondisi serupa juga dialami dua ruang kelas lainnya sehingga seluruhnya harus dikosongkan demi keselamatan.
Lusi menjelaskan bahwa kondisi gedung sebenarnya sudah lama memprihatinkan. Rangka atap rapuh, plafon bergelombang, dan bangunan tidak pernah mendapat renovasi besar sejak terakhir kali diperbaiki pada 2005. “Dengan cuaca hujan seperti ini, kerusakan memang makin cepat terjadi,” ujarnya.
Minimnya ruang alternatif membuat siswa harus mengikuti pelajaran dalam kondisi berhimpitan. Area parkir yang dipakai sebagai kelas darurat pun berada tepat di tepi jalan desa, sehingga suara kendaraan kerap mengganggu aktivitas belajar.
Pihak sekolah berharap segera ada penanganan agar proses belajar mengajar kembali bisa berlangsung aman dan nyaman bagi seluruh siswa.(rial)