
Mojokerto-(satujurnal.com)
Pemerintah Kota Mojokerto resmi meluncurkan Program STAR (Sekolah Orang Tua Anak Remaja) yang secara khusus menyasar orang tua dan remaja. Program ini menjadi kelanjutan dari Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) yang telah dinyatakan tuntas, sekaligus menegaskan komitmen Pemkot dalam membangun kualitas Sumber Daya Manusia melalui penguatan ketahanan keluarga.
STAR tidak hanya menjadi ruang edukasi, tetapi juga disiapkan sebagai early warning system berbasis keluarga, sebuah pendekatan preventif untuk mencegah potensi kenakalan remaja sejak dini. Pemkot Mojokerto berharap program ini mampu memperkuat fondasi keluarga, menumbuhkan komunikasi yang sehat, serta menghadirkan lingkungan positif bagi tumbuh kembang remaja.
Program STAR digulirkan dalam rangkaian acara sosialisasi pembinaan LKK dan tokoh masyarakat di Pendopo Kelurahan Prajurit Kulon, Senin (24/112025). Di hadapan para peserta, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari yang lebih akrab disapa Ning Ita, menegaskan bahwa masa remaja adalah fase paling krusial dan rawan salah penanganan.
“Remaja ini dianggap masih anak-anak tapi mereka merasa sudah besar. Diperlakukan seperti anak-anak tidak mau, tapi kalau kita anggap dewasa, pola pikirnya belum sepenuhnya matang. Ini masa yang rumit,” ujarnya.
Menurut Ning Ita, kerumitan fase remaja kerap menjadi sumber hambatan komunikasi dalam keluarga. Jika komunikasi tidak tepat, muncul potensi miss yang membuka celah masuknya pengaruh negatif dari luar.
“Begitu pengaruh negatif masuk, itu yang bisa jadi pemicu kenakalan remaja. Karena mereka tidak bisa berkomunikasi dengan orang tuanya, akhirnya mencari pelarian. Mereka lebih percaya pada teman. Kalau temannya baik tidak masalah, tapi kalau salah pergaulan, mereka bisa terbawa,” tegasnya.
Program STAR akan menghadirkan narasumber profesional dan praktisi yang berpengalaman dalam bidang psikologi keluarga dan remaja. Untuk itu, Ning Ita menekankan pentingnya partisipasi aktif seluruh peserta.
“Narasumbernya narasumber-mahal, jadi saya berharap pesertanya jangan sedikit. Ibu-ibu sebagai siswa STAR, bersama putra-putri remajanya, sebisa mungkin jangan absen. Ilmu yang didapat nanti bisa dibagikan ke orang tua lainnya,” pesan Ning Ita.
Ke depan, Pemkot Mojokerto menargetkan program STAR tidak hanya sebatas edukasi, tetapi menjadi gerakan keluarga sadar komunikasi yang berkelanjutan. Dengan penguatan mental dan pola komunikasi yang tepat, diharapkan lahir keluarga yang tangguh dan remaja yang siap menghadapi tantangan zaman.(one/hms)