Home Regional Kabupaten Jombang Pesantren Darul Ulum Rejoso Jombang Bebaskan Biaya Santri Korban Bencana Aceh dan...

Pesantren Darul Ulum Rejoso Jombang Bebaskan Biaya Santri Korban Bencana Aceh dan Semeru

0
Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso Jombang, KH Zainuddin As’ad, berdialog langsung dengan para santri putri, Sabtu (13/12/2025). dok:SJ/Safrial

Jombang-(satujurnal.com)
Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, memberikan dispensasi pendidikan kepada puluhan santri yang keluarganya terdampak bencana alam di Aceh, Sumatera, serta erupsi Gunung Semeru di Lumajang. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk empati agar para santri tetap dapat melanjutkan pendidikan di tengah situasi darurat keluarga.

Keputusan tersebut merupakan hasil musyawarah Majelis Tinggi Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso. Pesantren memutuskan memberikan dispensasi selama satu semester penuh bagi santri yang telah tercatat secara resmi, termasuk pembebasan biaya pendidikan dan keringanan biaya hidup.

Sementara bagi calon santri yang berasal dari wilayah terdampak bencana, pesantren memberikan pembebasan biaya administrasi pendaftaran. Selain itu, pihak pesantren juga menanggung kebutuhan konsumsi para santri terdampak, meski pendataan masih terus dilakukan.

Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso Jombang, KH Zainuddin As’ad, mengatakan kebijakan tersebut diambil sebagai respons atas penderitaan keluarga santri di daerah bencana.

“Kami, Majelis Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso Jombang, memiliki inisiatif memberikan keringanan dispensasi kepada para santri yang berasal dari daerah bencana, baik di Sumatera maupun Jawa Timur, khususnya terdampak erupsi Gunung Semeru,” ujar KH Zainuddin, Sabtu (13/12/2025).

Ia menjelaskan, bagi santri aktif, pesantren memberikan pembebasan biaya pendidikan selama satu semester agar mereka tetap memiliki harapan melanjutkan pendidikan.

“Untuk anak-anak yang sudah menjadi santri, kami beri keringanan bahkan kami bebaskan selama satu semester ini, sehingga mereka tetap bisa sekolah di Pondok Darul Ulum,” tegasnya.

Sedangkan bagi calon santri, pesantren membebaskan seluruh biaya administrasi pendaftaran. Terkait konsumsi, pesantren juga memberikan keringanan hingga pembiayaan penuh sesuai hasil verifikasi data.

“Termasuk konsumsi akan kami berikan keringanan. Namun data jumlah santri masih dalam proses, karena kemarin para pimpinan sekolah belum bisa mengonfirmasi secara lengkap,” imbuhnya.

Berdasarkan data sementara administrasi pondok pesantren, tercatat sekitar 56 santri berasal dari wilayah yang diduga terdampak bencana, meliputi Provinsi Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, serta Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Data tersebut masih akan diverifikasi lebih lanjut untuk memastikan kondisi keluarga santri di daerah bencana.

Pihak pesantren menegaskan pendataan akan terus dilakukan seiring masuknya laporan dari unit pendidikan di bawah naungan Pondok Pesantren Darul Ulum. Kebijakan ini diharapkan dapat meringankan beban santri sekaligus menjaga keberlanjutan pendidikan di tengah krisis kemanusiaan akibat bencana alam.(rial)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version