Home Regional Kabupaten Jombang Udara Jombang Tercemar Mikroplastik, ECOTON: Picu Diabetes hingga Gangguan Hormon Reproduksi

Udara Jombang Tercemar Mikroplastik, ECOTON: Picu Diabetes hingga Gangguan Hormon Reproduksi

0
Kepala Laboratorium ECOTON Rafika Aprilianti, menunjukkan hasil pengamatan mikroplastik melalui mikroskop saat kegiatan edukasi lingkungan di MA Al Hikam, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. dok:SJ/Safrial

Jombang-(satujurnal.com)
Pencemaran udara di Kabupaten Jombang masuk kategori serius dan berbahaya. Hasil penelitian ECOTON (Ecological Observation and Wetlands Conservation) menemukan kandungan mikroplastik di udara ambien yang berpotensi memicu diabetes melitus hingga kerusakan hormon reproduksi.

Temuan itu disampaikan Kepala Laboratorium ECOTON, Rafika Aprilianti, saat kegiatan edukasi lingkungan kepada siswa Madrasah Aliyah Al Hikam, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Senin (19/1/2026) siang.

Penelitian dilakukan dengan mengambil sampel udara di tiga titik, yakni kawasan Lapas Jombang, lingkungan Polres Jombang, dan area Madrasah Al Hikam. Seluruh sampel yang diuji di laboratorium menunjukkan hasil positif mengandung mikroplastik.

“Alat kami pasang di depan Lapas Jombang, depan Polres Jombang, dan sekitar Madrasah Al Hikam. Semuanya mengandung mikroplastik. Plastik itu seratnya kasar, berbeda dengan sel tubuh yang halus, sehingga bisa menggores sel, memicu peradangan, mengganggu hormon insulin, dan berdampak pada diabetes serta hormon reproduksi,” kata Rafika.

Menurut ECOTON, ukuran mikroplastik yang sangat kecil membuat partikel tersebut mudah masuk ke dalam tubuh melalui sistem pernapasan. Dalam jangka panjang, akumulasinya berisiko menimbulkan gangguan kesehatan serius.

Usai mendapat pemaparan hasil riset, para siswa MA Al Hikam mulai menyadari ancaman di lingkungan sekitar mereka. Salah satu siswa, Asyifa Nabila, mengaku akan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

“Kita jadi lebih peduli. Ternyata ada mikroplastik di udara yang kita hirup setiap hari. Ke depan kita bisa mengurangi plastik sekali pakai dan beralih ke botol stainless, kaca, atau gerabah,” ujarnya.

Pihak sekolah juga mengambil langkah lanjutan dengan memperluas kampanye pengurangan plastik, tidak hanya di lingkungan madrasah tetapi juga ke masyarakat sekitar.

Kepala MA Al Hikam, Maftuhah Mustiqowati, menyebut temuan ini menjadi alarm serius bagi dunia pendidikan.

“Udara mengandung mikroplastik, ini bukan hanya persoalan madrasah. Kami akan ikut mengampanyekan pengurangan plastik karena dampaknya jangka panjang dan sangat berbahaya,” katanya.

ECOTON merupakan yayasan lingkungan yang berdiri sejak 1996 sebagai kelompok studi di Universitas Airlangga Surabaya dan berbadan hukum pada 2000. Lembaga ini fokus pada riset pencemaran sungai dan lahan basah, edukasi lingkungan, serta advokasi pengelolaan air dan pengurangan sampah plastik berbasis partisipasi masyarakat.

Melalui riset dan edukasi yang melibatkan pelajar, ECOTON mendorong anak-anak menjadi agen perubahan, sekaligus meningkatkan kesadaran publik tentang bahaya mikroplastik bagi kesehatan serta pentingnya keterlibatan warga dalam pengawasan dan pengelolaan sumber daya air.(rial)

:

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version