
Jombang-(satujurnal.com)
Cuaca ekstrem yang belakangan melanda Jawa Timur tak menghalangi petani durian premium di Wonosalam, Kabupaten Jombang, untuk memanen hasil melimpah. Di dataran tinggi lereng Gunung Anjasmoro, satu pohon durian jenis Musang King bahkan mampu menghasilkan lebih dari 100 buah dengan bobot rata-rata 2 kilogram per butir.
Fenomena itu terjadi di kebun durian Desa Carangwulung, Kecamatan Wonosalam. Saat banyak daerah mengeluhkan cuaca tak menentu, ratusan pohon durian di kawasan ini justru tampak sarat buah. Varietas yang dibudidayakan antara lain Bawor, Duri Hitam, dan Musang King.
Musang King menjadi jenis paling dominan sekaligus favorit petani. Selain produktif, nilai jualnya juga tinggi. Di tingkat kebun, durian premium ini dilepas dengan harga mencapai Rp 325 ribu per kilogram. Dengan bobot buah antara 2 hingga 3,8 kilogram, satu butir durian bisa bernilai ratusan ribu rupiah.
Petani durian premium setempat, Musir Abdillah, menyebut keberhasilan panen di tengah cuaca ekstrem bergantung pada kemampuan membaca peluang alam.
“Yang paling banyak kita panen di sini jenis Musang King, karena itu yang paling banyak kita tanam dan paling cocok. Satu pohon, dalam satu kali panen, bisa lebih dari 100 butir. Paling besar 3,8 kilogram, rata-rata 2 kilogram. Harganya Rp325 ribu per kilo,” ujar Musir, Jumat (23/1/2026).
Menurutnya, cuaca panas dimanfaatkan untuk memaksimalkan pemupukan, sementara musim hujan digunakan untuk mendorong pertumbuhan vegetatif tanaman.
“Durian itu tidak bisa dipaksa berbuah. Petani harus mengejar peluangnya. Kalau cuaca panas, kita maksimalkan pemupukan. Kalau hujan, kita maksimalkan pertumbuhan. Kalau tidak bisa membaca peluang itu, durian tidak akan berbuah,” jelasnya.
Strategi adaptif inilah yang membuat kebun-kebun durian premium di Wonosalam tetap produktif meski cuaca berubah ekstrem. Bagi petani, kemampuan mengelola ritme alam menjadi kunci agar panen tidak gagal dan kualitas buah tetap terjaga.(rial)