Home Regional Pemkot Mojokerto Ning Ita : Pilah Sampah Jadi Kunci Kualitas Lingkungan Kota Mojokerto

Ning Ita : Pilah Sampah Jadi Kunci Kualitas Lingkungan Kota Mojokerto

0
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari turun langsung memungut sampah saat kerja bakti massal di Kota Mojokerto, Jumat (6/2/2026). dok:ist.

Mojokerto-(satujurnal.com)
Kota Mojokerto menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan sampah seiring keterbatasan wilayah yang hanya sekitar 20 kilometer persegi.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menegaskan satu kunci utama menjaga kualitas lingkungan kota: memilah sampah sejak dari rumah tangga.

Ning Ita, sapaan akrabnya, menyebut rumah sebagai titik awal penentu bersih atau kotornya Kota Mojokerto. Ia menilai sistem pengelolaan sampah akan pincang jika kesadaran warga tidak dimulai dari dapur dan halaman sendiri.

“Kota Mojokerto ini kecil. Maka ayo kita jaga bersama. Peran rumah tangga dalam memilah sampah itu sangat menentukan,” ujar Ning Ita.

Ia mengakui praktik pemilahan sampah di negara maju seperti Jepang telah mencapai belasan kategori. Namun, untuk Kota Mojokerto, pendekatan disederhanakan agar mudah diterapkan warga: cukup tiga hingga empat jenis sampah.

“Ini mudah asal dibiasakan. Kalau sampah sudah terpilah dari rumah, bau sampah bisa ditekan dan kualitas lingkungan akan jauh lebih baik,” tegasnya.

Ning Ita menjelaskan, sampah organik dapat diolah menjadi kompos. Sementara sampah anorganik diarahkan ke TPS 3R untuk dipilah kembali. Sampah anorganik bernilai ekonomi telah difasilitasi melalui kerja sama dengan pihak ketiga, Rekosistem, sehingga dapat memberi manfaat finansial bagi masyarakat.

“Yang masuk ke TPA tinggal sampah anorganik yang tidak memiliki nilai ekonomi,” katanya.

Dari sisi fasilitas, Pemerintah Kota Mojokerto menilai infrastruktur pengelolaan sampah sudah memadai. Saat ini tersedia 30 depo sampah, 10 Tempat Penampungan Sementara (TPS), 3 TPS 3R, serta 1 Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

“Dengan luas wilayah Kota Mojokerto yang relatif kecil, fasilitas ini sangat mencukupi,” tambah Ning Ita.

Selain pemilahan sampah, ia juga mendorong warga Kota Mojokerto menghidupkan kembali kerja bakti rutin dan berani menegur praktik pembuangan sampah sembarangan secara santun.

“Gotong royong menumbuhkan rasa memiliki. Kalau melihat ada yang membuang sampah sembarangan, silakan diingatkan dengan cara yang baik,” pungkasnya.(one/hms)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version