Home Serba-serbi Warumas Luncurkan Antologi Puisi “Tanpa Jeda”, Tegaskan Semangat Berkarya di Usia Senja

Warumas Luncurkan Antologi Puisi “Tanpa Jeda”, Tegaskan Semangat Berkarya di Usia Senja

0
Moment peluncuran buku antologi puisi ke-8 bertajuk Tanpa Jeda karya komunitas Wartawan Usia Emas (Warumas) di Balai Pertemuan Gedung Pers PWI Jawa Timur, Surabaya, Jumat (13/2/2026).dok:ist

Surabaya-(satujurnal.com)
Komunitas Wartawan Usia Emas (Warumas) meluncurkan buku antologi puisi ke-8 bertajuk Tanpa Jeda di Balai Pertemuan Gedung Pers PWI Jawa Timur, Jalan Taman Apsari, Surabaya, Jumat (13/2/2026). Buku setebal 164 halaman ini ditulis oleh 13 wartawan senior bersama tujuh penulis tamu, menegaskan produktivitas mereka yang tetap menyala meski sebagian telah berusia di atas 60 tahun.

Peluncuran buku dihadiri Wakil Direktur Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Pusat, Dr Eko Pamuji, yang menyebut para penulis dalam antologi tersebut sebagai wartawan tulen. Ia menilai wartawan tidak pernah benar-benar berhenti berkarya, melainkan menemukan medium lain untuk mengekspresikan pengalaman jurnalistiknya.

“Wartawan tulen tidak pernah benar-benar berhenti bekerja. Mereka hanya mengganti cara bekerja, dan hasil karyanya antara lain disimpan dalam bentuk puisi,” ujar Eko dalam sambutannya.

Antologi puisi Tanpa Jeda memuat karya 13 anggota Warumas yang rata-rata berusia 60 tahun ke atas antara lain Amang Mawardi, ex wartawan Mingguan Surya dan sudah menulis 18 karya buku, Adam A. Chevni (ex. Bisnis Indonesia), Achmad Pramudito (pimred media online iniSurabaya dot com), Arieyoko (ex Republika dan ketua PWI Bojonegoro), Ida Noershanty Nicholas (ex Bisnis Indonesia dan Dosen), Imung Mulyanto (ex Surabaya Post & Pimred Arek TV Surabaya), Kris Mariyono (ex RRI Surabaya), Riamah M. Douliat (ex Liberty & Nyata), Rokim Dakas (ex Surabaya Post), Sasetya Wilutama (ex Majalah Penyebar Semangat & SCTV), Toto Sonata (ex Suara Indonesia), Widodo Basuki (Pemred Majalah berbahasa Jawa Jaya Baya).

Selain nama-nama diatas, beberapa nama wartawan senior juga menyumbang karya puisinya. Antara lain : Sapto Anggoro (pendiri tirto.id dan ex anggota Dewan Pers), Herry Siswanto (ex. Harian Surya), Nunung Harso (ex anggota DPRD Surabaya).

Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim mengapresiasi konsistensi para wartawan senior tersebut. Ia menilai disiplin jurnalistik memiliki kedekatan dengan kedalaman sastra.

“Tidak semua wartawan bisa menulis puisi, tetapi seorang penyair akan lebih mudah menulis jurnalistik. Mereka ini sastrawan yang berprofesi sebagai wartawan,” kata Lutfil, yang juga membacakan dua puisinya dalam acara tersebut.

Ketua Warumas Kris Mariyono menjelaskan, komunitas tersebut terbentuk dari obrolan santai wartawan senior di grup WhatsApp sejak 2023. Dari percakapan itu lahir gagasan menerbitkan antologi puisi secara rutin setiap tahun. Buku pertama bertajuk Kutulis Puisi Ini diluncurkan di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.

Sejak saat itu, Warumas terus menerbitkan antologi puisi dengan tema berbeda setiap tahun. Buku Tanpa Jeda diterbitkan oleh Penerbit Meja Tamu Sidoarjo, yang mendampingi proses penerbitan sejak edisi pertama.

“Ya, kami akan terus menerbitkan karya puisi teman-teman Warumas,” tegas Kris, yang kini berusia 65 tahun.

Dalam acara yang sama, wartawan senior Amang Mawardi juga meluncurkan buku ke-18 berjudul Jiwa Tampak Rohan, sebuah biografi puisi yang mengulas karya M. Rohanudin, mantan Direktur Utama LPP RRI.

Peluncuran dua buku tersebut menjadi penanda semangat literasi yang terus hidup di kalangan wartawan senior Jawa Timur. Melalui puisi, mereka melanjutkan tradisi menulis, menjaga ingatan, dan merekam zaman—tanpa jeda.(one/sst)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version