
Mojokerto-(satujurnal.com)
Proses penjaringan aspirasi pembangunan di Kota Mojokerto resmi memasuki tahap kecamatan. Musrenbang Kecamatan Magersari menjadi pembuka forum serupa di seluruh wilayah kota, dengan fokus menyelaraskan usulan warga sebelum dibahas di tingkat kota.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menegaskan tema pembangunan tahun 2027 diarahkan pada peningkatan ketahanan ekonomi dan ketahanan sosial budaya melalui penguatan daya saing sektor unggulan.
“Ketahanan ekonomi menjadi penting agar kita mampu berdikari. Namun kekuatan kita juga terletak pada ketahanan sosial budaya berbasis gotong royong,” tegas Ning Ita, sapaan walikota, di hadapan peserta forum.
Dalam forum tersebut, tercatat 86 usulan yang akan dikaji lebih lanjut. Rinciannya, 65 usulan pembangunan infrastruktur, 10 usulan bidang sumber daya manusia, dan 11 usulan sektor ekonomi. Seluruhnya akan diselaraskan dengan prioritas pembangunan daerah yang tertuang dalam Panca Cita Kota Mojokerto.
Dari sisi ekonomi, Pemkot menempatkan UMKM sebagai sektor unggulan. Data Dinas Koperasi dan UKM mencatat sekitar 16 ribu pelaku UMKM, khususnya sektor kuliner, telah terdata dan memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Selain itu, industri kecil menengah (IKM) alas kaki menunjukkan capaian ekspor yang terus berkembang.
“Potensi ini harus dikelola secara optimal untuk memperkuat ketahanan ekonomi daerah,” imbuhnya.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Mojokerto juga menghadapi tantangan serius berupa keterbatasan lahan. Kondisi tersebut kerap menghambat realisasi sejumlah program prioritas nasional maupun peluang investasi yang membutuhkan ruang luas.
Meski demikian, Pemkot memastikan tetap mengakses program prioritas nasional selama persyaratan teknis, terutama ketersediaan lahan, dapat dipenuhi.
Melalui tahapan Musrenbang ini, usulan masyarakat di tingkat kecamatan akan dipilah, diselaraskan, dan diprioritaskan sebelum masuk pembahasan di forum tingkat kota. Pemerintah berharap proses partisipatif ini mampu memperkuat arah pembangunan Kota Mojokerto yang berdaya saing sekaligus berakar pada solidaritas sosial.(one/hms)