
Mojokerto-(satujurnal.com)
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga meski anggaran daerah mengalami penurunan. Hal itu disampaikan saat safari Ramadan di Musala Darun Najah, Lingkungan Trenggilis, Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto, Kamis (5/3/2026).
“Tahun ini jumlah penerima hibah dari APBD Kota Mojokerto mengalami penurunan cukup signifikan. Ini tidak lepas dari berkurangnya transfer dana dari pemerintah pusat yang berdampak pada turunnya total anggaran daerah,” kata Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Ika.
Ia menjelaskan, pada 2025 jumlah penerima hibah masih relatif banyak. Dalam sehari ia bisa berkeliling hingga tiga waktu salat, mulai subuh, asar, hingga tarawih.
“Tahun ini jumlahnya menurun drastis sehingga hanya dilakukan saat tarawih saja,” ujarnya.
Lebih jauh ia memaparkan, APBD Kota Mojokerto yang pada periode sebelumnya selalu berada di atas Rp 1 triliun kini berkurang lebih dari Rp 200 miliar. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah harus menyesuaikan kebijakan anggaran.
Menurut Ning Ita, pemerintah memprioritaskan program yang bersifat wajib agar pelayanan dasar kepada masyarakat tetap berjalan.
“Anggaran kita fokuskan pada urusan yang wajib-wajib saja, yang fardu-fardu saja. Sementara yang sifatnya sunah banyak yang harus dikoreksi atau dieliminasi karena keterbatasan anggaran,” terangnya.
Meski demikian, ia menegaskan kualitas dan kuantitas pelayanan dasar tidak boleh menurun, terutama pada layanan kesehatan masyarakat.
Ning Ita menyebut terdapat sekitar 1.200 warga Kota Mojokerto yang sebelumnya menerima bantuan iuran Kartu Indonesia Sehat (KIS) dari pemerintah pusat, namun kini tidak lagi tercover.
Untuk memastikan akses layanan kesehatan tetap berjalan, pemerintah kota menggantinya melalui skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dibiayai dari APBD.
“Karena saya tidak ingin pelayanan di bidang kesehatan menurun, maka 1.200 warga yang dieliminasi oleh pemerintah pusat tersebut kita ganti dengan JKN dari APBD Kota Mojokerto,” tegasnya.
Selain menjelaskan kondisi anggaran, Ning Ita juga mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan serta mengelola sampah sejak dari rumah tangga.
Program tersebut akan disinergikan dengan program pemerintah pusat “Indonesia Asri” serta program daerah Budaya RT Berseri yang mendorong partisipasi warga dalam menjaga lingkungan.
Dalam kesempatan tersebut, Ning Ita juga menyerahkan bantuan hibah sebesar Rp 35 juta untuk pembangunan Masjid Roudlotul Jannah yang masih dalam tahap penyelesaian.
Menutup sambutannya, Ning Ita meminta doa masyarakat agar jajaran pemerintah daerah dapat terus menjalankan amanah serta memberikan pelayanan terbaik bagi warga Kota Mojokerto.(one/hms)