
Jombang-(satujurnal.com)
Kasus penemuan mayat bayi laki-laki yang mengapung di Dam A. Yani, Desa Budugsidorejo, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, mengarah pada dugaan pembunuhan. Hasil autopsi sementara menunjukkan bayi tersebut sempat hidup setelah dilahirkan sebelum akhirnya meninggal akibat benturan benda tumpul di bagian kepala.
Bayi itu ditemukan pada Selasa (10/3/2026) sekitar pukul 17.00 WIB oleh penjaga pintu air saat mengecek debit air di bendungan. Temuan jasad bayi yang tersangkut di aliran sungai itu segera dilaporkan ke Polsek Sumobito dan diteruskan ke Satreskrim Polres Jombang.
Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander mengatakan autopsi telah dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian korban.
“Terhadap bayi tersebut saat ini sudah dilakukan otopsi,” kata Dimas saat dikonfirmasi, Rabu (11/3/2026) sore.
Dari hasil pemeriksaan dokter forensik, bayi laki-laki itu diketahui sempat hidup setelah dilahirkan sebelum akhirnya meninggal dunia. Pemeriksaan juga menemukan adanya tanda kekerasan pada bagian kepala.
“Ada tanda kekerasan di bagian kepala akibat benturan benda tumpul,” ujarnya.
Tim forensik menemukan memar dan resapan darah di jaringan kepala yang mengindikasikan benturan keras. Luka tersebut diduga menjadi penyebab kematian korban.
Selain luka di kepala, tidak ditemukan luka lain pada bagian tubuh bayi. Artinya, kekerasan yang menyebabkan kematian diduga terjadi pada bagian kepala saja.
Pemeriksaan juga menemukan tali pusar dan ari-ari masih menempel pada tubuh bayi. Kondisi ini mengindikasikan bayi baru saja dilahirkan sebelum akhirnya meninggal.
Berdasarkan analisis medis, bayi diperkirakan meninggal sekitar dua hari sebelum ditemukan di aliran sungai.
“Perkiraan kematian sekitar dua hari sebelum ditemukan,” kata Dimas.
Polisi menduga bayi tersebut dibunuh terlebih dahulu sebelum jasadnya dibuang ke sungai.
“Kemungkinan besar bayi ini dibunuh lebih dulu kemudian dibuang ke sungai,” tegasnya.
Penyelidikan kini difokuskan pada penelusuran kemungkinan adanya perempuan yang baru melahirkan di wilayah sekitar aliran sungai. Polisi juga berkoordinasi dengan wilayah lain yang dilalui aliran air untuk memperluas pencarian.
“Kami telusuri apakah ada ibu yang baru melahirkan dalam satu sampai dua minggu terakhir,” ujarnya.
Jika belum ditemukan petunjuk, pencarian akan diperluas ke kecamatan lain di sepanjang aliran sungai. Polisi juga meminta masyarakat melapor jika mengetahui informasi terkait kasus tersebut.
Kasus ini pertama kali terungkap saat penjaga pintu air bernama Rokani melihat sesosok jasad bayi mengapung di aliran sungai saat menjalankan tugas rutin mengontrol debit air di bendungan.
Petugas kepolisian kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengevakuasi jasad bayi untuk proses identifikasi serta autopsi.(rial)