Home Regional Pemkot Mojokerto Apresiasi Kekompakan Warga Wates, Ning Ita : Sukses Wujudkan Lingkungan Bersih dan...

Apresiasi Kekompakan Warga Wates, Ning Ita : Sukses Wujudkan Lingkungan Bersih dan Guyub

0
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyerahkan bantuan kepada warga saat Safari Salat Tarawih di Musala Miftahur Rahmat, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Minggu (15/3/2026). dok: ist.

Mojokerto-(satujurnal.com)
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengapresiasi kekompakan warga RT 004 RW 001 Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari yang berhasil mewujudkan lingkungan bersih dan tertata melalui program RT Berseri. Apresiasi tersebut disampaikan saat Safari Salat Tarawih di Musala Miftahur Rahmat, Jalan Wilis VI No. 15, Minggu (15/3/2026).

RT tersebut sebelumnya meraih predikat RT Berseri Kelurahan Wates tahun 2025 berkat konsistensi warga menjaga kebersihan lingkungan, kerja bakti rutin, serta pengelolaan sampah yang tertib.

“Saya terima kasih luar biasa untuk warga RT empat. Guyup, kompak, gotong royongnya luar biasa, kerja baktinya kompak, dan pengelolaan sampahnya juga baik. Karena itu Desember 2025 kemarin saya memberikan reward sebesar Rp 20 juta,” kata wali kota yang akrab disapa Ning Ita.

Pemerintah Kota Mojokerto menjadikan program RT Berseri sebagai salah satu program unggulan untuk memperkuat budaya kebersihan lingkungan. Program ini juga sejalan dengan agenda nasional yang mendorong gerakan lingkungan bersih.

“Program ini saya jalankan sebagai program unggulan sejak 2025. Ternyata pada 2 Februari kemarin Presiden juga meluncurkan program Indonesia Asri. Ini tentu harus kita sukseskan bersama,” ujarnya.

Pada 2026, Pemkot Mojokerto memperkuat program tersebut dengan sistem penilaian yang lebih intensif. Penilaian RT Berseri akan dilakukan tiga kali dalam setahun dengan nilai hadiah yang meningkat.

“Tahun ini penilaiannya tiga kali. April nanti Rp20 juta, penilaian berikutnya Rp25 juta, dan yang terakhir pada September Rp30 juta,” jelas Ning Ita.

Ia mengajak masyarakat menjaga budaya gotong royong dan kekompakan lingkungan agar menjadi contoh bagi wilayah lain di Kota Mojokerto.

Menurutnya, terciptanya kota yang bersih, sehat, dan nyaman sangat bergantung pada partisipasi warga di tingkat lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Mojokerto juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang tengah melanda Jawa Timur, termasuk Kota Mojokerto.

Pemkot Mojokerto telah menetapkan status siaga menghadapi potensi bencana hidrometeorologi sejak 20 Februari hingga 30 Maret 2026.

“Kota Mojokerto dikelilingi sungai sehingga potensi bencana terbesar adalah banjir. Agar tingkat keparahan tidak tinggi, saya titip pesan kepada panjenengan semua untuk tidak membuang sampah di aliran sungai,” tegasnya.

Safari Ramadan ini juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antara Pemerintah Kota Mojokerto dan masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, Ning Ita menyalurkan hibah untuk masjid dan musala serta mentasyarufkan zakat mal kepada para mustahik.(one/hms)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version