Home Regional Kabupaten Jombang Tragedi Ibu dan Anak di Eks Aspol Ploso Jombang Terungkap, Polisi: Bunuh...

Tragedi Ibu dan Anak di Eks Aspol Ploso Jombang Terungkap, Polisi: Bunuh Diri Disertai Pembakaran

0
Atas: Polisi menunjukkan barang bukti hasil penyelidikan kasus kematian ibu dan anak di Ploso, Jombang. Bawah: Petugas mengevakuasi jasad korban dari lokasi bekas aspol Dusun Rejoagung. dok:SJ/Safrial

Jombang-(satujurnal.com)
Peristiwa kematian ibu dan anak di bekas asrama polisi (aspol) Dusun Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, akhirnya terungkap. Polisi memastikan SK (36) dan putrinya NCQ (6) meninggal akibat tindakan bunuh diri yang dilakukan sang ibu, berdasarkan rangkaian penyelidikan ilmiah atau Scientific Crime Investigation (SCI).

Kepastian itu disampaikan Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, dalam konferensi pers di Mapolres Jombang, Kamis (19/3/2026).

Hasil penyelidikan menggabungkan bukti rekaman CCTV, uji DNA, autopsi, serta pemeriksaan toksikologi yang mengarah pada satu kesimpulan: tidak ada keterlibatan pihak lain dalam peristiwa tersebut.

Polisi mengungkap, SK membawa putrinya keluar rumah di Gondang, Nganjuk, pada Selasa (24/2/2026) dini hari tanpa pamit kepada suaminya, NY (38), yang saat itu masih tertidur. Keduanya berangkat menggunakan sepeda motor Yamaha Vega bernopol AG 5053 WO menuju lokasi kejadian di Ploso, Jombang.

Rekaman CCTV menunjukkan perjalanan korban berlangsung tanpa adanya orang lain yang mengikuti atau mendampingi. Jejak perjalanan itu menjadi salah satu kunci penting dalam memastikan tidak adanya unsur tindak pidana oleh pihak ketiga.

Jasad ibu dan anak tersebut ditemukan warga pada Rabu (25/2/2026) siang di area kolam bekas bangunan aspol. Penemuan itu sempat memicu spekulasi publik terkait kemungkinan pembunuhan.

Namun hasil autopsi dan uji laboratorium forensik membantah dugaan tersebut. Pada tubuh SK, ditemukan cairan asam jenis HCl di dalam lambung, identik dengan cairan pembersih porselen yang ditemukan di lokasi kejadian.

Polisi menduga cairan tersebut diminumkan terlebih dahulu kepada NCQ sebelum akhirnya dikonsumsi oleh SK. Selain itu, terdapat indikasi pembakaran di lokasi yang turut memperparah kondisi korban.

NCQ dinyatakan meninggal akibat mati lemas yang dipicu luka bakar dan paparan asap pada saluran pernapasan. Tidak ditemukan tanda kekerasan fisik pada tubuh anak tersebut.

Sementara itu, SK meninggal akibat pendarahan hebat dan kerusakan organ di rongga perut, serta gangguan pernapasan akibat paparan asap pembakaran.

“Kami menyimpulkan SK meminumkan cairan pembersih kepada anaknya, melakukan pembakaran, kemudian mengakhiri hidup dengan cara yang sama,” ujar AKBP Ardi Kurniawan.

Dari penelusuran latar belakang, SK diketahui memiliki kepribadian tertutup. Polisi juga menemukan riwayat percobaan bunuh diri sebelumnya menggunakan cairan pembasmi serangga.

Kasus ini sempat menyisakan teka-teki, namun rangkaian bukti ilmiah akhirnya menutup spekulasi dan memastikan penyebab kematian ibu dan anak tersebut.(rial)

Disclaimer: Tulisan ini dibuat untuk tujuan edukasi/informasi dan tidak bermaksud mendorong tindakan serupa. Jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala depresi atau memiliki pemikiran untuk mengakhiri hidup, segera hubungi tenaga profesional seperti psikolog, psikiater, atau pusat layanan kesehatan mental terdekat.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version