
Mojokerto-(satujurnal.com)
Pemerintah Kota Mojokerto terus memassifkan Gerakan Cabenisasi sebagai strategi memperkuat ketahanan pangan sekaligus menekan laju inflasi daerah. Selasa (5/5), Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari turun langsung ke Kelurahan Pulorejo untuk memberikan penguatan program kepada masyarakat.
Dalam program tersebut, setiap RT di Kelurahan Pulorejo menerima bantuan bibit tanaman terdiri dari 300 bibit cabai, 150 bibit bungkul, dan 150 bibit kangkung. Bibit itu selanjutnya didistribusikan kepada warga untuk ditanam di pekarangan rumah masing-masing.
Wali Kota Mojokerto yang akrab disapa Ning Ita menegaskan, ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan komoditas utama seperti beras atau jagung, tetapi juga tanaman pendukung yang berpengaruh terhadap stabilitas harga di pasaran.
“Ketahanan pangan itu tidak hanya bahan pokok seperti beras, jagung, singkong, tebu dan lain sebagainya, tetapi cabai ini juga bagian dari program ketahanan pangan,” kata Ning Ita.
Menurutnya, gerakan menanam cabai secara mandiri mampu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pasar saat harga cabai melonjak.
“Kalau masing-masing rumah sudah punya 10 pohon cabai, paling boten lonjakan cabai ke pasar jadi berkurang, karena semua rumah duwe lombok dewe dewe,” ujarnya.
Ia menilai langkah tersebut menjadi solusi jangka panjang untuk menghadapi fluktuasi harga pangan yang kerap terjadi.
“Supaya saat harga cabai melonjak tinggi, kita tidak perlu membeli di pasar karena sudah bisa memanen dari pekarangan rumah sendiri,” tambahnya.
Gerakan Cabenisasi juga terus diperluas di berbagai wilayah di Kota Mojokerto. Selain di Kelurahan Pulorejo, Ning Ita turut melakukan sosialisasi serupa di Kelurahan Wates untuk mendorong kemandirian pangan masyarakat berbasis lingkungan rumah tangga.
Program pemanfaatan pekarangan rumah ini juga terintegrasi dengan Budaya RT Berseri yang telah diinisiasi Pemerintah Kota Mojokerto. Pemanfaatan lahan pekarangan menjadi salah satu indikator penilaian dalam program tersebut.(one/hms)