Home Serba-serbi RSUD Jombang Kebanjiran Pemohon Surat Sehat, Didominasi Calon Mahasiswa

RSUD Jombang Kebanjiran Pemohon Surat Sehat, Didominasi Calon Mahasiswa

0
Suasana di depan Instalasi Medical Check Up RSUD Jombang yang dipadati pemohon surat keterangan sehat, Jumat (5/6/2026). dok: SJ/ Safrial

Jombang-(satujurnal.com)
Instalasi Medical Check Up (MCU) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang dipadati ratusan calon mahasiswa baru pasca-berakhirnya masa pendidikan siswa kelas 12 tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). Lonjakan signifikan terjadi sejak awal Juni 2026, dipicu oleh kewajiban pengumpulan Surat Keterangan Sehat sebagai syarat daftar ulang perguruan tinggi.

Direktur RSUD Jombang, dr. Puji Umbaran mencatat peningkatan volume pemohon hingga tiga kali lipat dibandingkan hari biasa, dengan antrean yang mulai memanjang menjelang tenggat waktu pengumpulan berkas.

“Yang biasanya setiap hari kami melayani sekitar 20 sampai maksimal 30 pemohon, sekarang ini karena kebutuhan mereka untuk mendapatkan surat keterangan sehat, otomatis yang berkunjung jauh lebih banyak. Bisa sampai hampir 100, bahkan lebih dari 100 orang setiap harinya,” ujar dr. Puji saat ditemui di lokasi, Jumat (5/6/2026).

Pihak rumah sakit memastikan layanan masih dapat ditangani secara maksimal selama jam kerja, meskipun tekanan antrian cukup tinggi akibat batas waktu (deadline) yang serempak bagi para lulusan.

Pantauan di RSUD Jombang menunjukkan area pelayanan dipadati calon mahasiswa yang datang sejak pagi untuk mengurus dokumen kesehatan. Mereka antre untuk menjalani pemeriksaan sesuai persyaratan masing-masing kampus.

Salah satu calon mahasiswa, Mery Ardianti Pradista, terlihat sibuk melengkapi berkas di area parkir RSUD Jombang. Ia mengaku bergegas mengurus surat kesehatan karena tenggat waktu pendaftaran ulang di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya sudah sangat dekat. “Ke sini tujuannya untuk meminta surat kesehatan buat pemenuhan berkas Universitas Airlangga,” kata Mery,

Mery yang diterima di Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) itu menjelaskan kampusnya hanya mensyaratkan surat keterangan sehat umum. Namun batas waktu semakin dekat membuat para calon mahasiswa berbondong-bondong mengurus dokumen tersebut dalam periode yang sama.

“Sampai pemenuhan berkasnya terakhir tanggal 10 Juni,” tambahnya.

Menurut Mery, fenomena ini juga terjadi di kalangan teman-teman sekolahnya yang diterima di perguruan tinggi negeri.
“Dari sekolah yang sama, insyaallah ada lima teman yang juga bertujuan ke Universitas Airlangga,” ujarnya.

Dr. Puji Umbaran membenarkan jika variasi persyaratan dokumen kesehatan sangat beragam tergantung institusi pendidikan. Sebagian hanya meminta pemeriksaan fisik standar, namun banyak pula lembaga pendidikan, khususnya yang menerapkan sistem boarding class atau asrama, yang mensyaratkan pemeriksaan lengkap meliputi kesehatan jasmani, rohani (kejiwaan), hingga surat bebas narkoba. Tujuannya untuk memastikan bahwa anak yang akan menginap dan belajar di sana betul-betul sehat, baik jasmani maupun rohaninya.

“Tidak semua sekolah meminta tes kejiwaan. Biasanya sekolah-sekolah tertentu yang memiliki boarding class yang mensyaratkannya,” papar dr. Puji.

Untuk mendukung layanan tersebut, RSUD Jombang telah menyiagakan tenaga profesional internal, mulai dari dokter spesialis kejiwaan (psikiater) dan psikolog klinis bersertifikat.

“Kami memiliki tenaga internal murni dari RSUD Jombang, mulai dari dokter spesialis kejiwaan (psikiater) hingga psikolog klinis yang memiliki keahlian khusus dan bersertifikasi,” tegasnya.

Meski gelombang pemohon surat sehat didominasi untuk kebutuhan akademik, dr. Puji memprediksi lonjakan yang jauh lebih masif akan terjadi pada bulan Juli mendatang seiring pembukaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), P3K, dan rekrutmen perusahaan besar. Karakteristik pemohon untuk seleksi instansi negara cenderung lebih kompleks dan padat. “Kalau ada seleksi CPNS, itu runyam (padat) karena waktunya pendek dan mereka datang bersama-sama. Jika itu terjadi, kami harus menata ulang kaitan dengan alurnya, tempatnya, dan sebagainya. Bahkan waktu pelayanan kadang-kadang harus kami perpanjang sampai sore atau malam hari,” jelasnya.

Untuk seleksi CPNS, pemeriksaan psikologi menjadi titik kritis karena menggunakan metode Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI) yang terdiri dari sekitar 600 soal. Tes ini dirancang ketat dengan pengawasan waktu menggunakan stopwatch untuk mengukur ketahanan mental dan kepribadian kandidat, dilanjutkan dengan wawancara tatap muka.

Dengan persiapan sumber daya manusia dan antisipasi alur pelayanan, RSUD Jombang berupaya tetap memberikan layanan prima meski dihadapkan pada fluktuasi permintaan yang ekstrem di musim kelulusan dan rekrutmen nasional. (rial)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version