
KEPERCAYAAN MASYARAKAT tidak selalu dibangun melalui ruang pemeriksaan atau penegakan hukum. Di Jombang, hubungan itu justru tumbuh dari obrolan santai di warung kopi, sapaan hangat kepada abang becak, hingga nasihat sederhana tentang semangat bekerja dan menjaga ibadah.
Potret tersebut tampak mewarnai peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang diperingati pada Rabu (1/7/2026). Di tengah berbagai ucapan selamat kepada institusi Polri, masyarakat Jombang memilih menunjukkan apresiasi melalui cerita tentang sosok polisi yang mereka kenal dekat dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satunya adalah Kanit Reskrim Polsek Jombang Kota, Ipda Dian Rizal Mabrur. Perwira muda itu dikenal warga sebagai pribadi yang santun, rendah hati, dan mudah berbaur dengan siapa saja, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pejabat, hingga abang becak dan pedagang kaki lima.
Di sela kesibukan menjalankan tugas, Ipda Rizal kerap menyempatkan diri duduk bersama warga di warung kopi. Obrolan yang terjalin tidak selalu berkaitan dengan persoalan hukum. Ia lebih sering mendengarkan keluh kesah, memberi semangat agar tetap bekerja keras, serta mengingatkan pentingnya menjaga ibadah dan selalu bersyukur.
“Beliau itu kalau ngobrol sama kita tidak ada jarak. Sambil ngopi, beliau selalu mengingatkan kami agar tidak lupa ibadah, salat, dan berdoa. Itu yang membuat kami merasa dihargai,” ujar seorang pengemudi becak di Jombang.
Kedekatan tersebut membuat banyak warga memandang polisi bukan hanya sebagai aparat penegak hukum, melainkan juga sahabat yang hadir ketika masyarakat membutuhkan tempat berbagi cerita. Hubungan yang terbangun berlangsung alami karena lahir dari perjumpaan sehari-hari, tanpa sekat jabatan maupun status sosial.
Meski dikenal ramah dan membumi, Ipda Rizal tetap memegang teguh profesionalisme dalam menjalankan tugas. Ketegasan dalam menangani perkara tetap berjalan beriringan dengan pendekatan persuasif yang mengedepankan komunikasi dan nilai-nilai kemanusiaan.
Baginya, pengabdian sebagai anggota Polri tidak berhenti pada penegakan hukum. Membangun kedekatan dengan masyarakat, menumbuhkan optimisme, serta menghadirkan rasa aman juga menjadi bagian penting dari tugas yang diemban setiap hari.
Semangat itu selaras dengan tema Hari Bhayangkara ke-80, “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat.” Di Jombang, tema tersebut tidak hanya terdengar dalam seremoni peringatan, tetapi hidup melalui tindakan sederhana yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Dari secangkir kopi di warung pinggir jalan hingga kepercayaan yang tumbuh di tengah warga, wajah polisi yang humanis menjadi cerita yang terus hidup dan menguatkan hubungan antara Polri dan masyarakat. (Safrial)