Home Regional Pemkot Mojokerto Pemkot Mojokerto Tingkatkan Kompetensi Satlinmas Hadapi Bencana dan Kamtibmas

Pemkot Mojokerto Tingkatkan Kompetensi Satlinmas Hadapi Bencana dan Kamtibmas

0
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari memberikan arahan secara daring kepada anggota Satlinmas Kelurahan Kauman yang mengikuti pembekalan. dok: ist.

Mojokerto-(satujurnal.com)
Pemerintah Kota Mojokerto memperkuat kapasitas anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana sekaligus menjaga ketenteraman dan ketertiban masyarakat di wilayah kota.

Penguatan tersebut diantaranya dilakukan melalui pembekalan bagi anggota Satlinmas Kelurahan Kauman, Kecamatan Prajuritkulon yang digelar Taman Dolan Home & Resort, Kota Batu, sebagai bagian dari program peningkatan kapasitas personel yang mendukung terciptanya lingkungan Kota Mojokerto yang aman, tertib, dan tangguh menghadapi berbagai potensi gangguan.

Pemkot Mojokerto menargetkan anggota Satlinmas memiliki kemampuan praktis untuk merespons situasi darurat, menjaga keamanan lingkungan, serta mendukung pelayanan publik di kawasan strategis.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menilai pelatihan Satlinmas perlu lebih banyak menitikberatkan pada praktik di lapangan dibandingkan pembelajaran teori. Menurutnya, kemampuan menjaga keselamatan diri menjadi bekal utama sebelum memberikan perlindungan kepada masyarakat.

“Bagaimana menjaga diri sendiri dulu. Punya keberanian di situ. Baru bisa menjaga keamanan masyarakat yang lain,” ujar perempuan yang akrab disapa Ning Ita saat memberikan arahan secara daring dari Rumah Rakyat, Sabtu (4/7/2026).

Ia menjelaskan, materi pelatihan dapat dikemas melalui latihan kedisiplinan, kekompakan, simulasi, hingga permainan yang membangun kerja sama antarpersonel sehingga kesiapsiagaan anggota semakin terasah.

Ning Ita juga menyoroti posisi strategis Satlinmas Kelurahan Kauman yang bertugas di kawasan Alun-Alun Kota Mojokerto. Sebagai ruang publik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat dan lokasi berbagai agenda berskala besar, kawasan tersebut memerlukan pengamanan yang melibatkan berbagai unsur.

“Alun-alun merupakan area publik yang menjadi tanggung jawab kita bersama. Karena itu, perlu sinergi antara pemerintah kota melalui Satpol PP, kelurahan, serta TNI dan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” katanya.

Menurut Ning Ita, penguatan kapasitas Satlinmas sejalan dengan konsep pembangunan kota yang tangguh atau resilient city sebagaimana disampaikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono pada penutupan Rakernas XVIII APEKSI di Medan. Ketangguhan kota, kata dia, salah satunya ditentukan oleh kesiapan menghadapi bencana.

Ia menambahkan, pembekalan secara rutin diperlukan karena anggota Satlinmas direkrut atas dasar kepedulian sosial sehingga perlu terus dibekali keterampilan untuk bertindak cepat saat terjadi keadaan darurat.

Selain kesiapsiagaan bencana, Ning Ita mengingatkan tantangan ketenteraman dan ketertiban masyarakat kini semakin berkembang. Ancaman tidak hanya berasal dari tindak kriminal, tetapi juga penyebaran hasutan, fitnah, dan adu domba melalui media sosial yang berpotensi mengganggu kondusivitas masyarakat.

“Hasutan, fitnah, dan saling adu domba melalui media sosial dapat berdampak besar terhadap ketenteraman dan ketertiban masyarakat. Ini menjadi tantangan baru yang harus kita hadapi bersama,” ujarnya. (one/hms)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version