Home Regional Pemkot Mojokerto Tumpukan Barang Bekas Jadi Sorotan, Ning Ita Ingatkan Ancaman DBD Berawal dari...

Tumpukan Barang Bekas Jadi Sorotan, Ning Ita Ingatkan Ancaman DBD Berawal dari Rumah

0
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat memantau Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di Lingkungan Sidomulyo Gang 2, Kelurahan Mentikan, Jumat (7/8/2026). dok: ist.

Mojokerto-(satujurnal.com)
Tumpukan barang bekas masih ditemukan di salah satu rumah warga saat Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari memantau kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di Lingkungan Sidomulyo Gang 2, Kelurahan Mentikan, Jumat (7/8/2026). Temuan tersebut menjadi pengingat bahwa ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) masih mengintai apabila kebersihan lingkungan diabaikan.

Didampingi kader kesehatan, wali kota yang akrab disapa Ning Ita itu menyusuri permukiman warga untuk memeriksa keberadaan jentik nyamuk sekaligus memastikan lingkungan terbebas dari potensi berkembangnya penyakit. Saat inspeksi berlangsung, ia mendapati rumah yang dipenuhi barang-barang tak terpakai yang dinilai berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk maupun sumber penyakit lainnya.

Menurut Ning Ita, mewujudkan Kota Mojokerto yang sehat tidak cukup hanya dengan memastikan masyarakat dalam kondisi sehat. Lingkungan tempat tinggal juga harus bersih agar risiko penyebaran penyakit dapat ditekan.

“Bagaimana mewujudkan Kota Mojokerto yang sehat? Yang sehat itu bukan hanya manusianya, tetapi juga lingkungannya. Karena itu kami melahirkan Budaya RT Berseri agar kebiasaan hidup bersih dan sehat benar-benar menjadi budaya di tengah masyarakat,” kata Ning Ita.

Ia menjelaskan, kebersihan lingkungan bukan hanya diwujudkan melalui kerja bakti yang dilakukan secara rutin. Yang lebih penting adalah membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan mulai dari rumah masing-masing.

Karena itu, Pemkot Mojokerto terus mengoptimalkan peran kader kesehatan sebagai ujung tombak edukasi di tengah masyarakat. Selain memantau jentik nyamuk melalui kegiatan PSN, para kader juga diharapkan mampu menggerakkan warga agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.

“Maka kader juga tugasnya memberikan edukasi, memberikan semangat, memberikan motivasi supaya warga mau bersih-bersih, paling tidak membersihkan rumah masing-masing, selain kerja bakti yang rutin dilakukan,” tuturnya.

Ning Ita menegaskan, menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, ia optimistis lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman dapat terwujud sekaligus menekan risiko penyebaran DBD dan penyakit berbasis lingkungan lainnya.

PSN rutin menjadi salah satu langkah preventif yang terus digencarkan Pemerintah Kota Mojokerto. Kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pemberantasan jentik nyamuk, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat agar budaya hidup bersih dan sehat semakin mengakar di setiap lingkungan permukiman.(one/hms)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version