
Jombang-(satujurnal.com)
Kebakaran hebat melahap habis gudang pengolahan biji plastik dan rongsokan milik Ali Kuswanto di Desa Murukan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Senin (17/8/2026) malam. Insiden tersebut menghanguskan bangunan seluas 50 x 30 meter persegi beserta stok biji plastik siap kirim, dengan perkiraan kerugian material mencapai Rp100 juta.
Amukan si jago merah sempat memicu kepanikan warga sekitar setelah api dengan cepat membesar mendadak. Peristiwa ini diduga dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah di sekitar area lokasi yang tidak dipadamkan secara sempurna hingga menyambar bangunan gudang.
Kronologi kejadian bermula saat sisa sisa pembakaran sampah merembet ke arah material mudah terbakar di luar gudang. Api yang cepat menjalar langsung melahap tumpukan rongsokan dan masuk ke area penyimpanan biji plastik. Warga yang melihat kobaran api semakin tidak terkendali segera menghubungi tim pemadam kebakaran.
Menerima laporan warga, petugas pemadam kebakaran bergegas meluncur ke lokasi kejadian dengan mengerahkan tiga unit kendaraan, terdiri dari satu unit mobil pemadam dan dua unit armada suplai air.
Proses penjinakan api berlangsung sengit dan memakan waktu sekitar tiga jam. Petugas di lapangan menghadapi tantangan berat karena tumpukan plastik membara sangat resisten terhadap semprotan air biasa.
Petugas damkar, Mukhlisin, mengungkapkan kendala utama yang dihadapi timnya saat berjibaku di lapangan.
“Sulitnya ketersediaan pasokan air di sekitar lokasi kejadian. Bahan bakar plastik sangat sulit dipadamkan jika tidak diurai satu per satu,” ujarnya.
Di tengah kepulan asap pekat, petugas bersama warga sekitar bahu-membahu mengevakuasi sisa-sisa barang yang masih bisa diselamatkan dari puing reruntuhan.
Setelah tiga jam berjuang, tim pemadam akhirnya berhasil menguasai keadaan. Petugas segera melanjutkan proses pembasahan untuk memastikan seluruh titik api benar-benar padam dan tidak berpotensi menyala kembali.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam musibah ini. Saat kejadian, pemilik usaha sedang tidak berada di tempat dan lokasi gudang dalam kondisi kosong tanpa aktivitas pekerja.(rial)