Home Regional Kabupaten Jombang Ning Ita Buka Pelatihan Kerja Berbasis Kompetensi, Libatkan 80 Peserta

Ning Ita Buka Pelatihan Kerja Berbasis Kompetensi, Libatkan 80 Peserta

0
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyerahkan kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis kepada perwakilan peserta dalam pembukaan Pelatihan Berbasis Kompetensi Bagi Pencari Kerja Tahap II Tahun 2026 di UPT BLK Mojokerto, Senin (31/8/2026). dok: ist.

Mojokerto-(satujurnal.com)
Sebanyak 80 pencari kerja di Kota Mojokerto resmi mengikuti Pelatihan Berbasis Kompetensi
Tahap II Tahun 2026 di UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Mojokerto, Senin (31/8/2026).

Program strategis ini digelar untuk memperkuat keahlian tenaga kerja lokal sekaligus menekan angka pengangguran.
Pemerintah Kota Mojokerto mengalokasikan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2026 untuk membiayai seluruh rangkaian pembekalan tersebut.

Langkah ini menjadi wujud nyata komitmen daerah dalam melahirkan sumber daya manusia yang kompeten, berdaya saing, dan siap terjun ke dunia industri maupun wirausaha.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menegaskan seluruh program pelatihan dirancang adaptif agar hasilnya dapat langsung dirasakan para peserta. Keterampilan yang diperoleh diharapkan tidak berhenti pada selembar sertifikat, melainkan menjadi pendorong kemandirian ekonomi.

“Yang ingin kita capai, saudara-saudara tidak hanya mengikuti pelatihan dan mendapatkan sertifikat. Hal terpenting, keterampilan ini bisa menjadi bekal untuk bekerja, berwirausaha, dan menghasilkan secara ekonomi,” ujar sosok yang akrab disapa Ning Ita tersebut.

Pelatihan tahap kedua ini terbagi ke dalam lima bidang kejuruan unggulan, yakni pemasaran digital, teknisi AC residensial, pembuatan batik tulis, pemasangan instalasi listrik bangunan sederhana, serta administrasi perkantoran.

Masing-masing kejuruan diisi oleh 16 peserta. Dari total seluruh peserta, Pemkot Mojokerto juga merangkul tiga warga penyandang disabilitas demi mewujudkan kesetaraan akses kerja.

Ning Ita mengingatkan penciptaan lapangan kerja baru menjadi salah satu jalan efektif menekan angka pengangguran. Peningkatan kesejahteraan masyarakat tidak selalu bergantung pada status pekerja formal di perusahaan.

“Manfaatkan teknologi dan media sosial untuk hal-hal yang produktif. Jadikan kemampuan yang dimiliki sebagai peluang untuk menciptakan sesuatu yang bernilai secara ekonomi,” cetus Ning Ita kepada para peserta.

Ia berpesan agar seluruh peserta menekuni setiap sesi pembekalan hingga tuntas. Keterampilan praktis yang teruji akan menjadi modal utama dalam menembus pasar kerja modern.

“Saya berharap kesempatan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya. Ikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, sehingga keterampilan yang diperoleh nantinya bisa menjadi bekal untuk bekerja, berwirausaha, atau bahkan menciptakan lapangan pekerjaan,” tegasnya.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Mojokerto Heryana Dodik Murtono menjelaskan kegiatan ini secara spesifik membidik penyelarasan keahlian tenaga kerja dengan kebutuhan industri pasar saat ini.

Selain mendapatkan materi teori dan praktik, Pemkot Mojokerto mendaftarkan seluruh peserta ke dalam perlindungan BPJS Ketenagakerjaan selama masa pelatihan berlangsung. Jaminan ini diberikan sebagai langkah antisipasi sekaligus bentuk perlindungan penuh bagi para pencari kerja di Kota Mojokerto saat mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.(one/hms)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version