Home Regional Kota Mojokerto Kembali Sabet Predikat Juara Umum Fesyar Regional Jawa 2026

Kota Mojokerto Kembali Sabet Predikat Juara Umum Fesyar Regional Jawa 2026

0
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menerima piagam penghargaan Juara Umum Fesyar Regional Jawa 2026 yang diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dalam seremoni penutupan Fesyar Jawa 2026 di Grand City Convention and Exhibition, Surabaya, Minggu (27/9/2026). dok: ist.

Surabaya-(satujurnal.com)
Kota Mojokerto kembali mengukuhkan dominasinya dalam ajang Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Regional Jawa 2026. Pemerintah Daerah ini sukses mempertahankan predikat Juara Umum selama dua tahun berturut-turut, setelah sebelumnya merengkuh gelar serupa pada 2025.

Prestasi gemilang tersebut dipastikan usai Kota Mojokerto memboyong delapan penghargaan dari total 14 kategori yang diperlombakan.

Penyerahan penghargaan berlangsung meriah dalam penutupan acara Fesyar Jawa 2026 di Grand City Convention and Exhibition, Surabaya, Minggu (27/9/2026).

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyerahkan langsung trofi dan piagam penghargaan tersebut kepada Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari di atas panggung utama.

Dari delapan trofi yang diboyong, Kota Mojokerto mendominasi tempat tertinggi dengan meraih tiga predikat Juara 1, masing-masing untuk kategori Ekonomi Hijau Berkelanjutan, Rencana Aksi Daerah, serta Inovasi Sektor Ekonomi Syariah.

Kota Mojokerto juga mengamankan Juara 2 pada dua kategori penting, yakni Literasi Ekonomi Syariah serta Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS).

Sementara tiga kategori lainnya menghasilkan posisi Juara 3, meliputi Zona Khas, Inkubasi Bisnis Usaha Syariah, dan Keuangan Mikro Syariah.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyampaikan apresiasi mendalam atas kerja keras seluruh elemen yang terlibat. Wanita yang akrab disapa Ning Ita ini menegaskan, kunci utama keberhasilan mempertahankan gelar juara ini terletak pada sinergi yang solid.

“Saya tentu saja bersyukur bisa mempertahankan Juara Umum Festival Ekonomi Syariah selama dua tahun berturut-turut. Yang paling utama adalah kolaborasi. Untuk bisa berkomitmen di semua aspek sehingga memenuhi kategori yang ditetapkan, kuncinya adalah kolaborasi,” ujar Ning Ita.

Ia menerangkan, pemerintah daerah bertindak aktif menyediakan fasilitas pendukung dan memastikan iklim pengembangan ekonomi syariah berjalan optimal. Meski demikian, pergerakan di lapangan tetap memerlukan komitmen kuat dari para pelaku usaha dan masyarakat.

“Pemerintah daerah sifatnya memberikan fasilitasi. Tetapi para pelaku juga harus memiliki komitmen yang sama untuk bergerak. Bagaimana setiap sektor dan seluruh aspek di Kota Mojokerto kita upayakan memenuhi kategori syariah, sehingga manfaatnya bisa dirasakan, termasuk memberikan kenyamanan, keamanan, dan ketenangan bagi umat muslim,” imbuhnya.

Capaian manis ini menjadi pemicu semangat bagi Pemkot Mojokerto untuk memastikan seluruh program ekonomi syariah berdampak nyata pada kesejahteraan warga. Penguatan sektor usaha, kemudahan akses keuangan, literasi, hingga inovasi berkelanjutan akan terus dipacu demi membuka peluang ekonomi yang lebih luas di Kota Mojokerto.(one/hms)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version