Home Regional Kabupaten Jombang Kebakaran Landa Ponpes Al Hikmah Jombang, Ruang Laboratorium hingga Gudang di Lantai...

Kebakaran Landa Ponpes Al Hikmah Jombang, Ruang Laboratorium hingga Gudang di Lantai Dua-Tiga Terbakar

0
Petugas pemadam kebakaran BPBD Kabupaten Jombang menyemprotkan air ke arah kobaran api yang membakar lantai atas gedung Pondok Pesantren Al Hikmah di Diwek, Jombang, Jumat (2/10/2026). dok: SJ/Safrial

Jombang-(satujurnal.com)
Kebakaran hebat menghanguskan lantai dua dan tiga gedung Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hikmah di Dusun Tanggungan, Desa Bandung, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jumat (2/10/2026) sekitar pukul 10.10 WIB.

Kobaran api membakar ruang laboratorium, perpustakaan, ruang kegiatan santri, hingga gudang, persis di atas lantai dasar yang menjadi asrama tempat tinggal 80 santri putra.

Insiden ini memicu kepanikan luar biasa di area pesantren. Kobaran api yang membumbung tinggi dari lantai atas membuat para santri berlarian menyelamatkan diri. Beruntung, seluruh penghuni asrama berhasil dievaluasi sehingga tidak ada korban jiwa maupun luka dalam musibah ini.

Peristiwa mencekam tersebut bermula saat sebagian santri yang berada di sekitar gedung dikagetkan dengan suara aneh dari lantai atas. Suara gemertak kayu dan material yang terbakar mendadak terdengar sebelum kobaran api terlihat membesar.

“Anak-anak dengar suara ktretek-ktretek, kemudian panik dan saling menangis,” kata Pengasuh Ponpes Al Hikmah, Nur Laily Sa’adah.

Dalam hitungan menit, api menjalar cepat menyapu fasilitas laboratorium, perpustakaan, ruang kegiatan, hingga gudang penyimpanan. Tumpukan kasur di dalam gudang membuat api makin berkobar dan sulit dikendalikan.

Si jago merah diduga kuat berembus pertama kali dari area ruang kegiatan yang bersebelahan langsung dengan laboratorium.

“Kalau lihat posisinya kemungkinan di sebelah lab, ruang kegiatan anak-anak,” jelas Nur Laily.

Pemicu utama kebakaran diduga kuat berasal dari hubungan pendek arus listrik. Pihak pengasuh mengonfirmasi adanya modifikasi jalur listrik internal pesantren yang dilakukan sebelumnya.

“Kemungkinan korslet. Instalasinya memang kami akui agak kurang benar, karena ada penambahan-penambahan dari pihak kami,” ungkap Nur Laily.

Di tengah kepanikan, pengurus dan santri berupaya menyelamatkan sejumlah aset penting sebelum api merembet lebih jauh. Sejumlah peralatan praktik seperti komputer dan mesin jahit berhasil dievakuasi keluar gedung.

Meski melahap fasilitas penting di dua lantai, kerusakan bangunan diperkirakan belum mencapai separuh dari total keseluruhan gedung. Pihak pesantren hingga kini masih melakukan inventarisasi untuk menghitung total kerugian material akibat musibah tersebut.

“Alhamdulillah tidak ada korban. Untuk kerugian saya belum tahu,” tutup Nur Laily.(rial)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version