Home Regional Pemkot Mojokerto Program SOTH Diperluas, Wali Kota Mojokerto Gandeng Psikolog Hadapi Kenakalan Remaja

Program SOTH Diperluas, Wali Kota Mojokerto Gandeng Psikolog Hadapi Kenakalan Remaja

0

Mojokerto-(satujurnal.com)
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, kembali menunjukkan perhatiannya pada pendidikan keluarga dan kesehatan anak. Kali ini, Ning Ita, sapaan akrabnya, hadir langsung di Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) BKB Emas Mawar di Kelurahan Blooto, untuk memberikan pesan edukatif tentang pengasuhan anak, Rabu (2/7/2025).

Di hadapan para peserta yang sebagian besar ibu-ibu muda, Ning Ita menyampaikan pesan agar ilmu yang diperoleh di program SOTH benar-benar dipraktikkan. Mulai dari pemenuhan gizi anak, pengasuhan sesuai tahapan usia, hingga pendekatan psikologis di rumah.

“Pemerintah hanya bisa memfasilitasi. Tapi yang harus menjalankan adalah panjenengan sebagai orang tua,” katanya.

“Anak itu amanah. Harus dijaga, dirawat, dan dibesarkan dengan tanggung jawab,” cetusnya.

Tak hanya fokus pada anak usia dini, Ning Ita juga mengaku memikirkan masa depan anak-anak saat memasuki usia remaja.

Ia tengah merancang perluasan program SOTH khusus bagi orang tua yang memiliki anak remaja. Upaya ini ia gagas sebagai respons terhadap maraknya kenakalan remaja beberapa tahun terakhir.

Salah satu rencana konkret yang disampaikan adalah kolaborasi dengan Universitas Surabaya (Ubaya), khususnya dengan para psikolog, untuk memberikan pendampingan dan ruang konsultasi bagi para orang tua.

“Ilmu psikologi ini yang harus dikuatkan. Karena banyak persoalan remaja yang bisa dicegah sejak dari rumah,” ujarnya.

Dengan pendekatan yang edukatif dan kolaboratif, Ning Ita berharap program SOTH bisa menjadi gerakan bersama untuk memperkuat peran keluarga dalam membentuk generasi Mojokerto yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

Ia juga menyinggung pentingnya memanfaatkan tanaman obat keluarga (TOGA) sebagai alternatif alami dalam mendukung kesehatan dan nafsu makan anak-anak. Ia menyebutkan, rempah seperti kunyit, temulawak, kencur, dan jahe bisa digunakan secara aman, asalkan tidak berlebihan dan diolah dengan benar.

“Rempah-rempah niku lak mboten bahaya. Kunir, temulawak, kencur, jahe niku lak mboten enten bahayae, selama tidak berlebihan,” ujarnya.

Menurutnya, pemanfaatan TOGA dengan pendampingan dari tenaga kesehatan seperti ahli gizi di Puskesmas, bisa membantu meningkatkan nafsu makan anak-anak tanpa bergantung pada suplemen pabrikan. Selain murah dan mudah didapat, TOGA adalah warisan pengetahuan lokal yang masih sangat relevan.(ant/hms)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version