Home Religia Masjid Bukan Sekadar Tempat Ibadah: Kemenag dan BAZNAS Luncurkan Program MADADA

Masjid Bukan Sekadar Tempat Ibadah: Kemenag dan BAZNAS Luncurkan Program MADADA

0
Penandatanganan MoU Kemenag dan BAZNAS - foto: kemenag.go.ig

Jakarta-(satujurnal.com)
Kementerian Agama (Kemenag) bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) sepakat memperluas peran masjid dalam kehidupan sosial dan ekonomi umat. Melalui penandatanganan kerja sama dua program strategis, Masjid Berdaya Berdampak (MADADA) dan BAZNAS Microfinance Masjid (BMM).

Dilansir dari Kemenag.go.id,
penandatanganan dilakukan oleh Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, dan Deputi II BAZNAS Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, M. Imdadun Rahmat, 1 Juli 2025, di sela kegiatan Bimtek Pendamping Program BMM–MADADA di Jakarta. Acara ini diikuti oleh 33 pendamping dari berbagai wilayah di Jawa Barat.

Menurut Arsad, dua kata kunci dalam program MADADA adalah “berdaya” dan “berdampak”. Masjid yang berdaya artinya memiliki kapasitas untuk bertindak, dan masjid yang berdampak adalah yang membawa perubahan nyata bagi lingkungan sekitarnya.

“Masjid itu bukan cuma tempat ibadah. Sejak zaman Nabi, masjid sudah multifungsi: jadi tempat belajar, pusat sosial, bahkan ekonomi. Contohnya ya Al-Azhar di Mesir. Dulu itu cuma masjid tempat orang belajar duduk bersila, bukan kampus besar seperti sekarang,” ujar Arsad.

Ia juga menyoroti pentingnya kejelasan status hukum masjid, terutama dari sisi wakaf tanah. Tanpa legalitas yang jelas, menurutnya, sulit mengembangkan program yang berkelanjutan.

“Kita harus pastikan status masjid jelas. Kalau belum ada akta ikrar wakafnya, segera diurus. Kemenag siap bantu lewat KUA,” tegas Arsad.

Sementara itu, Imdadun Rahmat dari BAZNAS menyebut kolaborasi ini sangat strategis. Menurutnya, pemakmuran masjid tak bisa dilakukan sendiri-sendiri, tapi harus lewat kerja sama yang terintegrasi.

“Nama MADADA ini sangat tepat. Masjid diperkuat, dikelola secara profesional, dan bisa jadi pusat pemberdayaan masyarakat,” katanya.

BAZNAS sendiri, lanjutnya, siap menggelontorkan dana untuk mendukung perluasan program ini secara nasional.

Kasubdit Kemasjidan, Akmal Salim Ruhana, menambahkan bahwa MADADA juga mendukung agenda nasional, terutama pengentasan kemiskinan dan visi “beragama yang berdampak”.

“Masjid jangan cuma jadi simbol religius. Ia harus jadi agen perubahan sosial. Kita harap MADADA bisa melahirkan masjid-masjid percontohan yang benar-benar hidup dan memberdayakan umat,” tukas Akmal. (one/k.ag)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version