Home Regional Pemkot Mojokerto Jelang Ramadan, Kota Mojokerto Antisipasi Inflasi Lewat Operasi Pasar TPID dan KKMP

Jelang Ramadan, Kota Mojokerto Antisipasi Inflasi Lewat Operasi Pasar TPID dan KKMP

0
kota mojokerto, inflasi, tpid, operasi pasar, ramadan, idul fitri, bahan pokok, bulog, bank indonesia, ekonomi daerah

Mojokerto-(satujurnal.com)
Pemerintah Kota Mojokerto mengoptimalkan operasi pasar melalui pracangan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) guna menekan gejolak harga bahan pokok menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Langkah ini diputuskan dalam High Level M9eeting (HLM) TPID di Sabha Mandala Madya Balai Kota Mojokerto, Jumat (13/2/2026), dengan melibatkan lintas sektor, termasuk TNI, Polri, Bank Indonesia, dan Bulog.

HLM dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Mojokerto, Rachmi Widjajati, serta diikuti unsur lintas sektor, mulai dari TNI, Polri, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Timur, Perum Bulog Kantor Cabang Mojokerto, perwakilan pracangan TPID, hingga pengurus KKMP se-Kota Mojokerto. Fokus utama rapat adalah memperkuat operasi pasar melalui jaringan pracangan TPID dan KKMP guna menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat.

“Untuk menjaga keterjangkauan harga dan ketersediaan pasokan menjelang bulan Ramadan dan HBKN Idul Fitri ini, perlu dilakukan optimalisasi operasi pasar melalui pracangan TPID dan Koperasi Kelurahan Merah Putih,” kata Rachmi.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) akan memfasilitasi bantuan ongkos angkut dalam pelaksanaan operasi pasar. Kebijakan ini ditujukan untuk menekan biaya distribusi sehingga harga jual bahan pokok tetap terkendali di tingkat konsumen.

Selain itu, pracangan TPID dan KKMP didorong melengkapi legalitas usaha, khususnya Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 47111. Legalitas tersebut menjadi syarat untuk bermitra dengan Bulog dalam program Rumah Pangan Kita (RPK), sehingga mereka dapat memperoleh pasokan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Rachmi juga menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap harga eceran tertinggi (HET), terutama untuk komoditas strategis seperti beras dan Minyakita, agar masyarakat tidak terbebani lonjakan harga.

“Pracangan TPID dan KKMP juga diharapkan dapat menjual beras dan Minyakita sesuai dengan harga eceran tertinggi yang telah ditetapkan,” tegasnya.

Melalui sinergi lintas sektor dan penguatan peran jaringan distribusi lokal, Pemerintah Kota Mojokerto menargetkan pengendalian inflasi berjalan efektif, terutama pada periode rawan lonjakan harga menjelang Ramadan dan Idul Fitri.

“Mudah-mudahan apa yang kita lakukan dalam rapat hari ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Mojokerto, khususnya dalam rangka pengendalian inflasi di bulan Ramadan dan HBKN Idul Fitri 1447 Hijriah,” pungkas Rachmi.(one/hms)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version