
Mojokerto-(satujurnal.com)
Gerakan bersepeda ke kantor (bike to work) yang digagas Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mendapat respons positif dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto. Program yang mulai diterapkan setiap Jumat ini dinilai langsung berdampak pada penurunan penggunaan kendaraan bermotor.
Sejumlah ASN mengaku lebih termotivasi untuk berolahraga sekaligus ikut menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Gerakan yang dicanangkan di Balai Kota Mojokerto pada Jumat (27/3/2026) itu kini mulai membentuk kebiasaan baru di kalangan pegawai.
“Sangat memotivasi untuk berolahraga, khususnya bersepeda. Secara kasat mata ada penurunan penggunaan kendaraan bermotor yang berarti ikut mengurangi konsumsi BBM fosil,” kata Imam Mustakim, salah satu ASN.
Meski demikian, ia mengakui masih ada kendala bagi pegawai yang berdomisili jauh dari pusat Kota Mojokerto dan memiliki keterbatasan akses. Kondisi tersebut membuat sebagian ASN belum bisa sepenuhnya mengikuti program ini.
Hal senada disampaikan Wahyu Imam Prasetyo. Ia menilai kebijakan tersebut efektif mendorong perubahan pola hidup ASN.
“Yang awalnya malas olahraga jadi terpacu untuk bergerak. Saya setuju karena memang suka olahraga,” ujarnya.
Gerakan bike to work di Kota Mojokerto mengajak seluruh ASN menggunakan sepeda saat berangkat kerja sekaligus mengikuti kegiatan kerja bakti. Program ini juga sejalan dengan upaya pemerintah pusat dalam efisiensi energi melalui penghematan BBM.
Sebagai bentuk teladan, Wali Kota Mojokerto yang akrab disapa Ning Ita rutin bersepeda setiap Jumat untuk menjalankan agenda dinas di dalam Kota Mojokerto.
Kebiasaan ini diharapkan terus meluas, tidak hanya di kalangan ASN, tetapi juga masyarakat umum. Pengurangan emisi kendaraan, peningkatan kesehatan, serta lingkungan yang lebih bersih menjadi target yang ingin dicapai dari gerakan ini.(one/hms)