Home Regional Pemkot Mojokerto Kota Mojokerto Percepat Eliminasi Kanker Serviks Lewat Tes HPV DNA dan Vaksinasi

Kota Mojokerto Percepat Eliminasi Kanker Serviks Lewat Tes HPV DNA dan Vaksinasi

0
Wakil Wali Kota Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi membuka Seminar Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dan Sosialisasi Pemeriksaan HPV DNA dalam rangkaian Mojo Health Fest 2026 di Hall Prajna Wijaya MPP Gajah Mada, Jumat (12/6/2026). dok: ist.

Mojokerto-(satujurnal.com)
Pemerintah Kota Mojokerto mengintensifkan strategi eliminasi kanker leher rahim melalui percepatan deteksi dini menggunakan teknologi pemeriksaan Human Papillomavirus (HPV) DNA dan perluasan cakupan vaksinasi bagi anak usia 9 tahun. Langkah konkret ini ditandai dengan capaian skrining yang melonjak signifikan, mencapai total 19.244 perempuan dalam tiga tahun terakhir, sebagai bukti keseriusan daerah dalam menekan angka morbiditas penyakit mematikan tersebut.

Komitmen kuat tersebut ditegaskan langsung oleh Wakil Wali Kota Mojokerto, Rachman Sidharta Arisandi, saat membuka Seminar Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dan Sosialisasi Pemeriksaan HPV DNA di Hall Prajna Wijaya Mal Pelayanan Publik (MPP) Gajah Mada, Jumat (12/6/2026). Acara ini merupakan puncak dari rangkaian Mojo Health Fest dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-108 Kota Mojokerto, yang dihadiri ratusan perwakilan organisasi wanita dan kader kesehatan setempat.

Data Dinas Kesehatan menunjukkan tren positif dalam upaya pencegahan primer dan sekunder. Pada 2024, tercatat 6.288 perempuan menjalani skrining. Angka ini meroket menjadi 8.718 pada 2025. Hingga Mei 2026, sebanyak 4.228 perempuan telah diperiksa, mengindikasikan akselerasi layanan kesehatan reproduksi di tingkat komunitas. Pemerintah Kota Mojokerto menargetkan peningkatan aksesibilitas tes HPV DNA yang dinilai lebih presisi dalam mendeteksi risiko kanker sejak fase pra-kanker dibandingkan metode konvensional.

Rachman Sidharta Arisandi, atau akrab disapa Cak Sandi, menyoroti paradoks peran perempuan di masyarakat. Ia menilai kekuatan fisik dan mental perempuan dalam mengurus domestik serta bekerja sering kali berbanding terbalik dengan perhatian mereka terhadap kesehatan diri sendiri.

“Perempuan itu luar biasa kuat. Mengurus rumah tangga, mendampingi anak, merawat orang tua, bahkan bekerja. Namun justru karena merasa kuat, kesehatan diri sendiri sering kali diabaikan. Kalau sakit, periksanya nanti saja, menunggu ada waktu luang atau menunggu keluhan bertambah berat,” ujar Cak Sandi dalam sambutannya.

Ia menekankan urgensi perubahan pola pikir masyarakat dari kuratif menuju preventif. Deteksi dini melalui tes HPV DNA dan vaksinasi rutin bagi anak gadis menjadi kunci memutus mata rantai penularan virus HPV penyebab utama kanker serviks.

“Lebih baik tahu lebih awal daripada terlambat menyesal. Jangan menunggu sakit untuk memeriksakan diri,” tegasnya.

Meski capaian statistik menggembirakan, Cak Sandi mengakui tantangan psikologis masih menghambat partisipasi maksimal. Faktor ketakutan, rasa malu, dan asumsi “merasa sehat” masih menjadi penghambat utama bagi sebagian perempuan untuk melakukan skrining rutin. Oleh karena itu, ia mengerahkan seluruh peserta seminar untuk berperan sebagai agen perubahan di lingkup terkecil.

“Saya berharap ibu-ibu yang hadir hari ini tidak hanya menjadi peserta seminar, tetapi juga menjadi penggerak di lingkungan masing-masing. Ajak saudara, tetangga, dan masyarakat sekitar untuk bersama-sama melakukan pemeriksaan. Jangan takut periksa, jangan menunggu gejala, dan jangan merasa sendiri,” imbaunya.

Pemerintah Kota Mojokerto memastikan ketersediaan fasilitas dan tenaga kesehatan untuk mendukung program ini. Integrasi antara edukasi masif dan kemudahan akses layanan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran kolektif akan pentingnya kesehatan reproduksi.

“Sayangi diri, lindungi keluarga, dan selamatkan masa depan. Jangan menunggu sakit untuk peduli. Lebih baik tahu lebih awal agar kita dapat bertindak lebih cepat,” pungkas Cak Sandi menutup acara.

Melalui Mojo Health Fest, Pemkot Mojokerto menegaskan bahwa kesehatan bukan hanya urusan individu, melainkan fondasi pembangunan daerah yang berkelanjutan. Kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan kader wanita menjadi ujung tombak dalam mewujudkan generasi bebas kanker leher rahim di Kota Mojokerto.(one/hms)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version