
Mojokerto-(satujurnal.com)
Tari Kolosal Lenggang Kali Brantas yang dibawakan pelajar SMP negeri se-Kota Mojokerto menjadi simbol generasi muda yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing dalam peringatan Hari Jadi ke-108 Kota Mojokerto di Alun-Alun Wiraraja, Sabtu (20/6/2026).
Penampilan yang terinspirasi dari karakter Sungai Brantas itu menjadi pembuka rangkaian upacara sekaligus mempertegas tema peringatan tahun ini, yakni Daya Saing Sumber Daya Manusia yang Kuat Menuju Pembangunan Inklusif dan Berkelanjutan.
Kemeriahan peringatan Hari Jadi ke-108 Kota Mojokerto juga diwarnai fashion show Gus Yuk Kota Mojokerto yang menampilkan generasi muda berkarakter, kreatif, dan siap menjadi duta promosi daerah. Kedua penampilan tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan tamu undangan yang memadati kawasan Alun-Alun Wiraraja.
Tari Lenggang Kali Brantas merupakan karya tari baru yang menggambarkan aliran Sungai Brantas yang terkadang tenang, namun di waktu lain mengalir deras dan penuh energi. Filosofi tersebut diterjemahkan sebagai cerminan generasi muda Kota Mojokerto yang mampu beradaptasi dengan perubahan dan terus bergerak menuju kemajuan.
Dibawakan secara kolosal oleh para pelajar SMP negeri se-Kota Mojokerto, tarian ini menjadi representasi semangat generasi penerus yang diharapkan mampu menjadi motor pembangunan daerah di masa depan.
Sementara itu, fashion show Gus Yuk Kota Mojokerto menghadirkan representasi anak muda yang percaya diri, berwawasan budaya, serta memiliki kemampuan komunikasi dan kepemimpinan yang kuat. Penampilan para duta wisata tersebut menunjukkan daya saing generasi muda tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik, tetapi juga kreativitas dan kecintaan terhadap daerah.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menegaskan pembangunan Kota Mojokerto bertumpu pada penguatan kualitas manusia sebagai modal utama pembangunan. Selain pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, pengembangan karakter, pendidikan, pelestarian budaya, serta pemberdayaan generasi muda terus menjadi perhatian Pemerintah Kota Mojokerto.
“Sebagaimana Majapahit pernah menjadi simbol kekuatan dalam keberagaman, maka kita pun harus menjadi generasi yang mampu menjaga harmoni sosial, memperkuat solidaritas, dan meningkatkan kualitas SDM, sehingga pembangunan inklusif dan berkelanjutan menjadi keniscayaan. Kota Mojokerto tidak hanya menjadi tempat berdiri, melainkan ruang kehidupan yang menyatukan asa, sebuah ruang yang menyimpan cerita, tempat di mana harapan disulut dan masa depan dititipkan,” tutur Ning Ita.
Melalui momentum Hari Jadi ke-108 Kota Mojokerto, pesan penguatan SDM unggul dan pelestarian budaya lokal kembali ditegaskan. Dari pelajar hingga duta wisata daerah, generasi muda diharapkan menjadi pelopor kemajuan Kota Mojokerto yang maju, berdaya saing, inklusif, dan tetap berakar pada identitas budayanya.(ryo)