
Mojokerto-(satujurnal.com)
Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-108 Kota Mojokerto berlangsung meriah di Alun-Alun Wiraraja, Sabtu (20/6/2026). Tarian Lenggang Kali Brantas, parade busana batik khas daerah, hingga pembagian 1.080 porsi makan gratis mewarnai peringatan hari jadi yang mengusung tema “Daya Saing SDM yang Kuat Menuju Pembangunan Inklusif Berkelanjutan”.
Upacara dipimpin langsung Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dan diikuti jajaran ASN, TNI, Polri, Pramuka, organisasi kemasyarakatan, serta pelajar dari berbagai sekolah di Kota Mojokerto. Momentum ini menjadi penegasan arah pembangunan daerah yang menempatkan penguatan sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi utama kemajuan kota.
Dalam amanatnya, Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita menegaskan pembangunan Kota Mojokerto tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas manusia yang mampu bersaing di masa depan.
“Sesuai dengan tema, kita mengarahkan pada SDM yang kuat, berdaya saing, dan berkelanjutan. Artinya, kita tidak hanya membangun infrastruktur fisik saat ini, tetapi juga menyiapkan SDM-SDM unggul,” ujarnya.
Menurut Ning Ita, kualitas SDM menjadi faktor penentu keberhasilan pembangunan sekaligus daya saing daerah di tengah perubahan yang semakin cepat.
“Kekuatan kemajuan sebuah bangsa maupun daerah sangat ditentukan oleh daya saing dan keunggulan sumber daya manusianya. Dirgahayu Kota Mojokerto ke-108,” katanya.
Rangkaian upacara diawali penampilan Tari Lenggang Kali Brantas yang dibawakan 90 siswa SMP se-Kota Mojokerto. Atraksi tersebut mendapat sambutan hangat dari tamu undangan dan masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.
Kemeriahan berlanjut dengan fashion show batik khas Kota Mojokerto yang diperagakan para Duta Pariwisata. Penampilan tersebut menjadi ajang promosi budaya sekaligus memperkenalkan kekayaan wastra daerah kepada masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Ning Ita menyerahkan penghargaan Satyalancana Karya Satya kepada sejumlah aparatur sipil negara sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian dan dedikasi mereka dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan publik.
Sebagai simbol semangat pembangunan berkelanjutan, para tamu undangan juga menerima bibit cabai dan tomat. Langkah ini diharapkan dapat mendorong budaya menanam di lingkungan keluarga sekaligus memperkuat ketahanan pangan rumah tangga.
Rasa syukur atas perjalanan panjang Kota Mojokerto yang kini memasuki usia ke-108 tahun turut diwujudkan melalui penyediaan 1.080 porsi makan gratis bagi masyarakat.
Memasuki usia ke-108 tahun, Kota Mojokerto terus meneguhkan komitmen membangun kota yang maju, berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan dengan SDM unggul sebagai pilar utama pembangunan.(one/hms)