
Mojokerto-(satujurnal.com)
Nilai-nilai pendidikan yang diwariskan pada masa Majapahit menjadi daya tarik tersendiri dalam Pameran Lukisan dan Fotografi “Merekam Realitas, Merawat Budaya” di Sunrise Mall Mojokerto. Salah satu karya pelukis Diak Eko berjudul “Warisan Ilmu Leluhur” dipilih Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Mujiwati, untuk menjadi koleksi setelah mengunjungi pameran bersama Kepala Dinas Pendidikan Amsar Azhari Siregar dan sejumlah staf, Selasa (14/7/2026).
Dalam katalog digital pameran, “Warisan Ilmu Leluhur” merupakan lukisan berukuran 78 x 147 sentimeter yang dikerjakan menggunakan media kanvas Marsoto dan cat akrilik. Karya tersebut menggambarkan seorang ratu Majapahit tengah membimbing anak-anak belajar di sebuah pendopo, menghadirkan suasana pewarisan ilmu yang berlangsung hangat, penuh penghormatan, dan sarat nilai budaya.
Mujiwati menilai pesan yang dihadirkan lukisan itu sangat dekat dengan dunia pendidikan.
“Lukisan ini menggambarkan proses mendidik pada masa Majapahit. Sosok ibu ratu yang sabar dan telaten membimbing anak-anak menghadirkan pesan yang sangat kuat bagi kami di Dinas Pendidikan,” ujarnya.
Menurutnya, nilai yang tergambar dalam karya tersebut sejalan dengan semangat membangun pendidikan karakter dan keterlibatan keluarga dalam proses belajar anak.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Amsar Azhari Siregar, yang turut mengamati setiap detail karya, menilai lukisan tersebut layak menjadi bagian dari lingkungan Dinas Pendidikan.
“Tema yang diangkat sangat dekat dengan dunia pendidikan. Lukisan ini mengingatkan bahwa proses mendidik telah menjadi bagian penting dari peradaban sejak masa Majapahit,” katanya.
Secara visual, “Warisan Ilmu Leluhur” menampilkan arsitektur khas Jawa dengan ornamen kayu, halaman yang teduh, serta suasana pembelajaran yang berlangsung akrab. Komposisi warna-warna hangat memperkuat kesan damai, sementara ekspresi para murid yang menyimak gurunya menghadirkan pesan tentang pentingnya pewarisan ilmu dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Diak Eko mengatakan karya tersebut lahir dari kegelisahannya melihat pentingnya menjaga ingatan terhadap nilai-nilai pendidikan yang diwariskan leluhur.
“Saya berharap setiap lukisan tidak berhenti sebagai hiasan dinding. Saya ingin karya-karya ini menjadi media edukasi yang mengingatkan masyarakat pada nilai-nilai luhur peradaban Majapahit, terutama semangat belajar, keteladanan, dan pelestarian budaya,” ujarnya.
Pameran yang digagas Media Centre – Ruang Jurnalis Mojokerto itu menampilkan 29 lukisan karya Diak Eko Purwoto, 24 karya fotografi Sofanka serta partisipasi anggota Pewarta Foto Indonesia (PFI) Surabaya dan Malang. Hingga sepekan penyelenggaraan, delapan lukisan telah berpindah tangan kepada kolektor dari berbagai kalangan, mulai pejabat, tokoh masyarakat, hingga pecinta seni.(one).