Home Regional Pemkot Mojokerto Pro Bestari 2026 Siapkan Kuota 300 Mahasiswa, RT dan RW Diminta Aktif...

Pro Bestari 2026 Siapkan Kuota 300 Mahasiswa, RT dan RW Diminta Aktif Sebarkan Informasi

0
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyosialisasikan Program Beasiswa Mahasiswa Berprestasi (Pro Bestari) 2026 di Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan, Selasa (28/7/2026). dok: ist.

Mojokerto-(satujurnal.com)
Pemerintah Kota Mojokerto menyiapkan kuota 300 penerima Program Beasiswa Mahasiswa Berprestasi (Pro Bestari) Tahun 2026. Agar seluruh kuota terserap dan tepat sasaran, Pemkot Mojokerto melibatkan ketua RT, RW, kader PKK, serta tokoh masyarakat untuk memperluas penyebaran informasi hingga tingkat lingkungan.

Langkah tersebut disampaikan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat sosialisasi Program Pro Bestari di Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan, Selasa (28/7/2026). Tahun ini, pola sosialisasi diubah dengan mendatangi langsung masyarakat setelah sebelumnya lebih banyak dilakukan melalui media sosial dan surat kepada kelurahan.

Menurut Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto, perubahan pola sosialisasi dilakukan agar tidak ada mahasiswa yang memenuhi syarat kehilangan kesempatan memperoleh beasiswa hanya karena minim informasi.

“Kenapa sekarang kami datang langsung ke kelurahan? Karena kami ingin Pro Bestari bisa diakses lebih luas oleh masyarakat Kota Mojokerto. Jangan sampai ada mahasiswa yang sebenarnya memenuhi syarat, tetapi tidak pernah mendengar adanya program ini,” ujarnya.

Ia menilai RT dan RW merupakan unsur yang paling dekat dengan masyarakat sehingga memiliki peran strategis dalam memastikan informasi pemerintah tersampaikan secara merata.

“Saya titip kepada Bapak-Ibu Ketua RT dan Ketua RW, kalau ada tetangga, saudara, atau warga yang memiliki putra-putri kuliah di perguruan tinggi negeri, tolong disampaikan bahwa mulai 1 Agustus pendaftaran Pro Bestari dibuka. Jangan sampai kesempatan baik ini terlewat hanya karena tidak mengetahui informasinya,” pesannya.

Ning Ita menjelaskan, Program Pro Bestari merupakan inovasi Pemerintah Kota Mojokerto yang telah berjalan selama enam tahun. Meski pemerintah kabupaten/kota tidak memiliki kewenangan menyelenggarakan pendidikan tinggi, Pemkot Mojokerto tetap mengalokasikan anggaran sebagai investasi pembangunan sumber daya manusia.

“Program ini bukan program wajib pemerintah daerah. Ini adalah kreativitas dan inovasi kita. Tujuannya sederhana, agar semakin banyak warga Kota Mojokerto yang bisa menempuh pendidikan tinggi dan menjadi sarjana,” katanya.

Ia menambahkan, peningkatan jumlah lulusan perguruan tinggi akan berdampak pada meningkatnya kualitas sumber daya manusia sekaligus mendukung kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Mojokerto.

“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Mungkin manfaat besarnya tidak langsung kita rasakan hari ini, tetapi 10 sampai 20 tahun ke depan kita akan memiliki semakin banyak SDM unggul yang akan membangun Kota Mojokerto dan memberikan kontribusi bagi Indonesia,” jelasnya.

Pada 2026, Pro Bestari menyediakan kuota bagi 300 mahasiswa berprestasi yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri. Setiap penerima memperoleh bantuan biaya hidup sebesar Rp3,6 juta per semester.

Selain Pro Bestari, Pemkot Mojokerto juga bersinergi dengan Baznas Kota Mojokerto melalui Program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) yang diperuntukkan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

Mengakhiri arahannya, Ning Ita mengajak seluruh peserta sosialisasi menjadi perpanjangan tangan pemerintah agar informasi Pro Bestari menjangkau lebih banyak warga.

“Semakin banyak masyarakat yang mengetahui Pro Bestari, semakin banyak pula putra-putri Kota Mojokerto yang bisa memanfaatkan kesempatan ini. Saya berharap Bapak-Ibu semua ikut menyampaikan informasi ini kepada lingkungan masing-masing agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas,” katanya.(one/hms)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version