Home Regional Pemkot Mojokerto Perkuat Layanan CKG, Cak Sandi Mojokerto Dorong Kolaborasi Lintas Sektoral

Perkuat Layanan CKG, Cak Sandi Mojokerto Dorong Kolaborasi Lintas Sektoral

0
Rachman Sidharta Arisandi menyampaikan arahan dalam evaluasi pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kota Mojokerto, Kamis (29/10/2026). dok: ist.

Mojokerto-(satujurnal.com)
Wakil Wali Kota Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Kesibukan bekerja, pemahaman tentang deteksi dini, keterbatasan akses teknologi, hingga kondisi lingkungan tempat tinggal perlu menjadi perhatian dalam meningkatkan partisipasi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan saat kegiatan Evaluasi Pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) Kota Mojokerto, Kamis (29/10/2026). Kegiatan ini melibatkan unsur pelayanan kesehatan, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta institusi pendidikan.

Dalam arahannya, Cak Sandi, sapaan Rachman Sidharta Arisandi mengangkat konsep collective impact yang dikembangkan John Kania dan Mark Kramer. Konsep tersebut menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor untuk menghasilkan perubahan sosial yang lebih luas dan berkelanjutan.

Menurutnya, persoalan kesehatan masyarakat tidak cukup dipandang dari sisi pelayanan medis. Faktor sosial dan kebiasaan sehari-hari juga dapat memengaruhi kesediaan warga mengikuti pemeriksaan kesehatan serta menjalani tindak lanjut setelah pemeriksaan.

Ia meminta para pelaksana memahami berbagai kemungkinan hambatan berdasarkan pengalaman nyata di lapangan. Evaluasi perlu dilakukan secara cermat agar persoalan yang muncul tidak langsung disimpulkan tanpa memahami kondisi masyarakat yang mengalaminya.

“Masing-masing memiliki peran berbeda, tetapi dapat saling memperkuat untuk mencapai tujuan yang sama,” ujarnya.

Cak Sandi menjelaskan, puskesmas memiliki kompetensi dalam pelayanan kesehatan, sedangkan kelurahan memahami karakter dan kebutuhan masyarakat di wilayahnya. Kecamatan berperan memperkuat koordinasi kewilayahan, sementara institusi pendidikan dapat membentuk kebiasaan hidup sehat sejak dini.

Pembagian peran tersebut perlu dihubungkan melalui komunikasi dan koordinasi yang berkesinambungan. Dengan begitu, pelaksanaan CKG di Kota Mojokerto dapat menjangkau masyarakat secara lebih efektif dan mendorong tindak lanjut pemeriksaan sesuai kebutuhan kesehatan warga.

Penguatan kolaborasi ini juga sejalan dengan Panca Cita Kota Mojokerto, terutama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mengintegrasikan tata kelola pemerintahan.

Melalui forum evaluasi bersama narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, peserta diharapkan memperoleh pemahaman lebih mendalam mengenai pelayanan kesehatan berbasis komunitas, penguatan jejaring antarlembaga, serta kesinambungan tindak lanjut hasil pemeriksaan.

Cak Sandi pun berharap pengalaman para pelaksana di lapangan menjadi bahan pembelajaran untuk menyempurnakan kebijakan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Evaluasi CKG diharapkan menghasilkan langkah perbaikan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kota Mojokerto.(one/hms)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version