
Mojokerto-(satujurnal.com)
Lebih dari 500 tanaman bonsai dari berbagai daerah di Indonesia dipamerkan di kawasan Taman Bahari Majapahit (TBM), Kota Mojokerto. Pameran dan Kontes Bonsai se-Jawa Timur bertajuk Abhinaya Bumi Wilwatikta ini menghadirkan beragam koleksi bonsai bernilai seni tinggi sekaligus menjadi ruang pertemuan para penghobi dan pelaku usaha tanaman hias.
Kegiatan yang berlangsung mulai Kamis (5/11/2026) tersebut diinisiasi Kecamatan Kranggan bersama Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Kota Mojokerto. Pameran ini menjadi bagian dari program One OPD One Event yang diarahkan untuk menghidupkan aktivitas masyarakat sekaligus mendorong potensi ekonomi lokal.
Peserta datang dari berbagai daerah di Jawa Timur, mulai Kota Mojokerto, Gresik, Jombang, Sidoarjo, Pasuruan, Surabaya, Lamongan, Malang hingga Trenggalek. Sejumlah penghobi dari luar provinsi juga turut berpartisipasi, di antaranya Cirebon, Tasikmalaya, Depok, dan Jawa Tengah.
Dari ratusan koleksi yang ditampilkan, Santigi menjadi jenis bonsai paling dominan dengan 125 pohon. Disusul Sancang sebanyak 83 pohon, Serut 55 pohon, Waru 52 pohon, dan Hoki Antea sebanyak 35 pohon.
Beragam jenis lainnya turut menghiasi area pameran, seperti Sianci, Kimeng, Saeng Simbur, Anting Putri, Loa, Cemara Udang, Ulmus, Dolar, Amplas, Mustam, Beringin, Asem, Kawista, Legundi, Jeruk Kingkit, Adenium, Bougenville hingga Dolar Korea.
Ketua PPBI Kota Mojokerto, Elvin Rulianto, mengatakan pameran ini diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha dan pengrajin lokal. Menurutnya, penyelenggaraan berskala Jawa Timur juga menjadi kesempatan bagi Kota Mojokerto untuk memperkuat posisinya dalam perkembangan komunitas bonsai.
“Ya, ini tujuannya pameran ini kan untuk menambah ekonomi masyarakat sekitar Mojokerto karena ini juga sebagai tolok ukur di Jawa Timur untuk pameran bonsai se-Jatim,” kata Elvin saat ditemui di lokasi pameran, Kamis (5/11/2026).
Elvin menjelaskan, kontes kali ini menghadirkan tiga kelas bonsai, yakni kelas bahan, setengah jadi, dan jadi. Pembagian tersebut memberikan gambaran kepada pengunjung mengenai proses pembentukan bonsai, mulai dari tanaman bahan hingga menjadi karya dengan karakter dan nilai estetika tinggi.
Antusiasme peserta juga terlihat dari koleksi yang dibawa masing-masing penghobi. Salah satunya Koko (30), peserta asal Mojosari, yang mengaku tertarik mengikuti kegiatan setelah memiliki tanaman bonsai yang dinilai sudah layak untuk dipamerkan.
“Kebetulan pas ada bonsai yang sudah layak menurut saya buat ikut berpartisipasi, nah itu tak bawa ke sini,” tuturnya.
Kehadiran ratusan koleksi bonsai dari berbagai daerah memperlihatkan besarnya minat masyarakat terhadap seni tanaman hias ini. Selain menjadi ajang unjuk kualitas dan kreativitas, pameran tersebut membuka ruang silaturahmi, pertukaran pengalaman, serta peluang jejaring antarpenghobi dan pelaku usaha.
Melalui Abhinaya Bumi Wilwatikta, Kota Mojokerto diharapkan semakin dikenal sebagai salah satu ruang tumbuh komunitas bonsai di Jawa Timur. Aktivitas pameran juga berpotensi memperkuat daya tarik Taman Bahari Majapahit sebagai destinasi kegiatan seni, komunitas, dan ekonomi kreatif.(one/hms)