Home Regional Inovboyo 2025, Ajang Unjuk Gigi ASN dan Warga Surabaya

Inovboyo 2025, Ajang Unjuk Gigi ASN dan Warga Surabaya

0
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi foto doc:istimewa

Surabaya-(satujurnal.com)
Pemkot Surabaya terus tancap gas mengembangkan berbagai inovasi untuk mempermudah layanan publik. Sampai pertengahan 2025 ini, total ada sekitar 342 inovasi yang telah dikembangkan dan dimanfaatkan di lingkup dinas, kelurahan, hingga kecamatan.

Inovasinya pun beragam. Mulai dari bidang ekonomi, teknologi informasi, kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan, tata ruang, sampai urusan sosial dan budaya. Semuanya diarahkan untuk mendekatkan layanan ke warga dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, yang akrab disapa Cak Eri, mengatakan, setiap inovasi yang dikembangkan, baik oleh pemkot maupun warga, harus punya dampak nyata dan berkelanjutan.

“Inovasi di Surabaya ini kita harapkan bisa berdampak langsung, misalnya percepatan layanan publik, atau menurunkan angka kemiskinan,” ujarnya, dikutip dari surabaya.go.id, Senin (28/7/2025).

Untuk itu, ia mengajak semua elemen, ASN dan warga, berpartisipasi di ajang Inovboyo 2025, yang digelar lewat Bappedalitbang Surabaya. Ajang ini bukan cuma lomba, tapi juga wadah buat siapa pun menyumbang ide demi kemajuan kota.

Cak Eri juga menekankan bahwa arah dari semua inovasi ini harus berkontribusi pada tujuh hal penting yakni menurunkan kemiskinan, menekan angka kematian ibu dan anak, mengurangi stunting, membuka lapangan kerja baru, menurunkan ketimpangan atau gini rasio, meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan menggerakkan perekonomian Surabaya.

“Yang seharusnya turun, ya kita turunkan. Kemiskinan, stunting, kematian ibu-anak, dan gini rasio. Yang harus naik, IPM, alhamdulillah naik. Jadi inovasi ini bukan sekadar aplikasi, tapi dampaknya harus jelas,” tegas Cak Eri.

Anak muda juga diajak ikut turun tangan. Terbukti, lewat keterlibatan generasi muda, Surabaya sukses menyabet gelar Kota Terinovatif dalam Innovative Government Award (IGA) 2024 dari Kementerian Dalam Negeri. “Anak muda itu luar biasa kalau digerakkan. Makanya tahun lalu banyak ide-ide dari mereka yang bikin takjub,” ujar Cak Eri.

Kepala Bappedalitbang Surabaya, Irvan Wahyudrajad, menambahkan bahwa Inovboyo 2025 mengusung tiga pilar besar sebagai visi masa depan Surabaya. Pilar pertama adalah “Demokratis Inovasi”, di mana setiap warga dianggap sebagai inovator dan diberi ruang untuk menyumbangkan ide. Pilar kedua adalah “Ekonomi Sirkular dan Berkelanjutan”, yaitu mendorong terciptanya inovasi yang memperkuat transformasi Surabaya sebagai kota circular economy. Sementara itu, pilar ketiga adalah “Teknologi Humanis”, yakni pemanfaatan AI (Artificial Intelligence) dan teknologi lain secara bijak dan manusiawi.

Menurut Irvan, kehadiran AI, Internet of Things (IoT), dan big data tidak lagi menakutkan, tapi justru bisa menjadi sahabat sehari-hari. “Bayangkan kalau AI bisa memprediksi banjir dan memberi notifikasi ke ponsel warga. Pemerintah dan warga bisa lebih siap,” tuturnya.

Contoh-contoh inovasi yang sudah berjalan di Pemkot Surabaya cukup menarik. Bakesbangpol punya SIMBA untuk efisiensi administrasi barang dan SIRUMI untuk akses informasi rumah ibadah. SIPENA hadir untuk optimalisasi ruang penyimpanan arsip, sementara SIORMAS memudahkan pencatatan organisasi masyarakat. Di sisi lain, BPKAD mengembangkan SIMPANAN untuk mengelola arsip IPT secara efisien.

Bappedalitbang sendiri punya berbagai inovasi yang tak kalah menarik. SI TALAS dirancang untuk meningkatkan akses informasi ramah anak, sementara Opslan dan Devplan membantu penyusunan rencana strategis agar lebih efisien dan responsif. Ada pula aplikasi Inovboyo sebagai penggerak kreativitas, SIBAPPER untuk manajemen pengetahuan, dan MBOIS sebagai ruang pengembangan inovasi.

Tak ketinggalan, ada juga e-Monev untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, E-Kajian untuk efisiensi pengumpulan data kajian, serta e-Data yang mendukung pengelolaan data kegiatan di lingkungan Pemkot.

Semua inovasi ini bukan hanya simbol kemajuan, tapi juga bentuk nyata dari kolaborasi pemerintah dan masyarakat dalam membangun Surabaya yang lebih adaptif, inklusif, dan cerdas.(one/sb)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version