
Mojokerto-(satujurnal.com)
Kontingen Kota Mojokerto membidik minimal 25 medali emas dan posisi 10 besar pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV Jawa Timur 2026. Target tersebut dipasang setelah prestasi atlet pelajar Kota Mojokerto menunjukkan peningkatan pada POPDA 2024 dibandingkan edisi 2022.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Mojokerto, Ani Wijaya, menyebut cabang olahraga angkat besi, akuatik, judo, dan petanque sebagai andalan untuk mendulang medali. Pembinaan intensif dan kompetisi berjenjang terus diperkuat agar atlet mampu bersaing di tingkat provinsi.
“Target minimal kami adalah meraih 75 medali, dengan 25 di antaranya medali emas, serta bisa masuk 10 besar. Beberapa cabang olahraga yang kita targetkan untuk meraih medali di antaranya cabor angkat besi, akuatik, judo, dan petanque yang diharapkan menjadi andalan dalam meraih medali,” kata Ani, Rabu (28/10/2026).
Pada POPDA XIV Jawa Timur 2024 di Bangkalan, kontingen Kota Mojokerto mengoleksi 17 medali, terdiri atas enam emas, dua perak, dan sembilan perunggu. Hasil tersebut mengantarkan Kota Mojokerto ke peringkat ke-13.
Capaian itu meningkat dibandingkan POPDA XIII tahun 2022 di Sidoarjo. Saat itu, Kota Mojokerto meraih 11 medali, terdiri atas tiga emas, satu perak, dan tujuh perunggu, dengan menempati peringkat ke-22.
Ani mengatakan, pembinaan atlet pelajar dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai program, termasuk Pekan Olahraga Pelajar Kota (POPKOT) Mojokerto. Ajang tersebut menjadi wadah bagi atlet untuk mengasah kemampuan sekaligus menambah pengalaman bertanding sebelum menghadapi kompetisi tingkat provinsi.
Peningkatan prestasi juga terlihat pada cabang olahraga paralimpik pelajar. Dalam Peparpeda XIV Jawa Timur 2024 di Bangkalan, kontingen Kota Mojokerto meraih sembilan medali, terdiri atas empat emas, tiga perak, dan dua perunggu, sekaligus menempati peringkat kedelapan.
Hasil tersebut jauh lebih baik dibandingkan Peparpeda XIII tahun 2022 di Sidoarjo. Kala itu, kontingen Kota Mojokerto mengumpulkan empat medali, terdiri atas dua emas dan dua perak, dengan menempati peringkat ke-20.
Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Mojokerto, Pity Kifarudin, berharap kontingen tahun ini mampu memperbaiki peringkat atau setidaknya mempertahankan posisi kedelapan. Namun, ia mengakui jumlah atlet yang diberangkatkan menjadi salah satu tantangan.
“Harapannya tentu bisa naik peringkat. Targetnya setidaknya bertahan di peringkat kedelapan seperti Peparpeda sebelumnya, mengingat kontingen tahun ini tidak sebanyak sebelumnya, hanya sembilan atlet,” kata Pity.
Menurut Pity, sembilan atlet yang disiapkan akan berupaya memberikan hasil terbaik untuk Kota Mojokerto. Persiapan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan pembinaan atlet penyandang disabilitas agar tetap mampu bersaing di tingkat provinsi.
Penguatan pembinaan atlet reguler maupun atlet penyandang disabilitas juga sejalan dengan cita pertama Panca Cita Kota Mojokerto, yakni meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
Dengan capaian positif pada POPDA dan Peparpeda 2024, Kota Mojokerto berharap tren peningkatan prestasi berlanjut pada kompetisi 2026. Target medali dan perbaikan peringkat menjadi tolok ukur pembinaan olahraga pelajar yang terus dikembangkan.(one/hms)