
Mojokerto-(satujurnal.com)
Pemerintah Kota Mojokerto menggencarkan kampanye kesehatan secara masif melalui kegiatan bertema “Ibu Hamil Cerdas, Bayi Sehat” di Sentra IKM Batik Maja Bharama Wastra pada Selasa (3/11).
Langkah preventif ini menjadi prioritas utama untuk menekan angka kematian ibu dan bayi secara berkelanjutan, sekaligus mempertahankan prestasi daerah yang hingga Oktober 2026 sukses mencatat nol kasus kematian ibu serta menekan prevalensi stunting di angka 0,81 persen.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, membuka langsung acara tersebut dan mengingatkan keselamatan warga merupakan tolok ukur kinerja penting yang dievaluasi langsung oleh pemerintah pusat.
Dalam arahannya di hadapan 90 perwakilan ibu hamil, Ning Ita, begitu Wali Kota Ika Puspitasari biasa disapa, menegaskan pentingnya pencegahan fatalitas dan pemenuhan nutrisi sejak dini untuk mencetak generasi unggul bebas stunting.
“Nah karena kita dinilai oleh pemerintah pusat kinerja kita, maka salah satunya yang menjadi tolak ukur kinerja kita adalah jangan ada bayi yang meninggal. Jangan ada ibu melahirkan, meninggal. Nah makanya panjenengan diberi ilmu. Ini bagian dari upaya mencegah atau preventif,” tegasnya.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan komprehensif serta fasilitas evaluasi ultrasonografi (USG) bagi para peserta.
Kegiatan hasil kolaborasi Pemkot Mojokerto bersama Ikatan Dokter Indonesia dan POGI Cabang Surabaya Komisariat Mojokerto ini menghadirkan Konsultan Fetomaternal RSUD dr. Soetomo, dr. Nareswari Imanada Cininta Marciantoro, Sp.OG., Subsp.K.F.M.
Melalui edukasi intensif dan kedisiplinan menjaga asupan nutrisi kandungan, Pemkot optimistis dapat terus mendongkrak Usia Harapan Hidup warganya yang kini telah mencapai 76,31 tahun.
“Makanya dari dalam kandungan bayi itu harus sehat. Kalau pun lahir juga diberikan nutrisi untuk tumbuh kembang sehat. Jangan sampai ada yang stunting,” tukas Ning Ita.(one/hms)