Mojokerto-(satujurnal.com)
Media Centre–Ruang Jurnalis Mojokerto (MC-RJM) bersama Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disporaparekraf) Kota Mojokerto menggelar Lomba Foto dan Video Pariwisata Kota Mojokerto 2026 dengan total hadiah Rp20 juta. Mengusung tema “Pesona Kota Mojokerto dalam Jejak Majapahit”, kompetisi ini terbuka bagi pelajar dan masyarakat umum
dengan periode pengiriman karya mulai 10 Oktober hingga 3 November 2026.
Ajang ini digelar untuk mendukung perhelatan MOJO BATIK 2026 sekaligus memperingati Hari Jadi Mojopahit ke-733.
Sebanyak 15 karya foto terbaik pilihan dewan juri akan dipamerkan selama dua hari pada puncak acara MOJO BATIK 2026 di Taman Bahari Mojopahit (TBM) tanggal 13–14 November 2026, sekaligus menjadi lokasi penyerahan hadiah dan piagam penghargaan yang ditandatangani langsung oleh Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari.
Ketua Panitia Lomba, Sholahuddin Wijaya, mengajak masyarakat luas, khususnya pelajar dan kreator konten, untuk berpartisipasi sekaligus memperkenalkan potensi Kota Mojokerto melalui karya visual.
“Kegiatan ini merupakan persembahan kami dari pokja jurnalis Mojokerto MC dan Disporaparekraf Kota Mojokerto. Silahkan berbondong-bondong mendaftarkan diri tunjukkan skill kalian dalam mengabadikan momen wisata, ekonomi kreatif dan kuliner Kota Mojokerto, dan nikmati hadiah besar yang dipersiapkan panitia,” cetus reporter iNewsTV tersebut.
Panitia menyiapkan hadiah Rp13 juta untuk sembilan pemenang kategori video dan Rp7 juta untuk lima pemenang kategori fotografi.
Koordinator MC-RJM, M. Syafiuddin menjelaskan pendaftaran lomba dibuka pada 10 Oktober hingga 3 November 2026. Biaya pendaftaran sebesar Rp25.000 per karya. Peserta diperbolehkan mengirimkan lebih dari satu karya tanpa batasan jumlah.
“Karya yang diikutsertakan dalam lomba foto maupun video wajib dibuat pada periode 10 Oktober hingga 3 November 2026,” ujar jurnalis KompasTV tersebut.
Dalam lomba fotografi, peserta diperbolehkan menggunakan kamera maupun telepon seluler. Karya foto dicetak dalam ukuran 16R dan diserahkan kepada panitia. Sementara itu, karya video berdurasi 60–90 detik wajib menggunakan format vertikal dan diunggah melalui akun Instagram pribadi peserta.
Peserta kategori video juga diwajibkan menggunakan fitur kolaborasi (Collab) dengan akun Instagram @mediacenter.mojokerto serta menandai @disporaparkotamojokerto. Seluruh objek yang diangkat dalam karya foto maupun video harus berada di wilayah administratif Kota Mojokerto.
Kepala Disporaparekraf Kota Mojokerto, Ani Wijaya, mengatakan kolaborasi dengan insan media yang tergabung dalam MC-RJM menjadi salah satu strategi untuk memperluas promosi potensi daerah melalui media sosial.
Menurutnya, perkembangan media sosial membuka kesempatan luas bagi masyarakat untuk turut memperkenalkan destinasi wisata, produk ekonomi kreatif, kuliner, serta berbagai potensi lokal lainnya. Karya kreatif dari pelajar dan masyarakat umum diharapkan menghadirkan sudut pandang baru dalam mempromosikan Kota Mojokerto.
“Kami ingin potensi Kota Mojokerto tidak hanya dikenal masyarakat lokal. Dengan karya foto dan video yang menarik, promosi melalui media sosial bisa menjangkau masyarakat lebih luas dan pada akhirnya ikut mendorong kunjungan wisata,” ujar Ani Wijaya.
Ia menjelaskan, tema “Pesona Kota Mojokerto dalam Jejak Majapahit” dipilih untuk mendorong peserta mengemas identitas historis Kota Mojokerto sebagai bagian dari kawasan bersejarah Majapahit ke dalam karya visual yang menarik dan mudah diterima masyarakat luas.
Ani Wijaya berharap lomba ini dapat mendorong semakin banyak masyarakat terlibat dalam promosi potensi daerah, sekaligus memperkuat daya tarik Kota Mojokerto sebagai destinasi wisata.
“Harapan kami, melalui lomba ini semakin banyak masyarakat yang ikut mengenalkan potensi wisata Kota Mojokerto. Tidak hanya destinasi wisatanya, tetapi juga ekonomi kreatif, kuliner serta berbagai aktivitas masyarakat yang memiliki daya tarik untuk dikunjungi,” tukasnya.(one)



