Jombang-(satujurnal.com)
Perubahan cuaca ekstrem di Kabupaten Jombang turut memicu peningkatan keluhan infeksi saluran pernapasan (ISPA).
RSUD Jombang mencatat pasien dengan kondisi berat tidak banyak, namun sejumlah pasien yang datang sudah mengalami pneumonia dan membutuhkan perawatan intensif, terutama mereka yang memiliki penyakit penyerta.
Direktur RSUD Jombang, dr. Puji Umbaran mengatakan, perubahan cuaca dari panas terik yang tiba-tiba disusul angin kencang dan hujan dapat memicu berbagai gejala ISPA. Kondisi tersebut saat ini banyak dikeluhkan masyarakat di tengah perubahan cuaca.
“Sebenarnya penyakit ini bersifat self-limiting disease, artinya jika tidak diobati pun penyakit ini akan sembuh dengan sendirinya,” ujar dr. Puji, Kamis (1/10/2026).
Meski sebagian kasus dapat sembuh sendiri, masyarakat tetap diminta waspada terhadap gejala yang lebih berat. Keluhan dapat berupa demam tinggi, batuk disertai sesak, hingga nyeri otot dan tulang yang berkaitan dengan toksin atau racun yang keluar.
Menurut dr. Puji, tingkat virulensi atau keganasan penyakit tersebut tergolong tinggi, sementara fatality rate atau tingkat kematiannya relatif rendah.
Perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan. Anak-anak, balita, lansia, serta masyarakat dengan penyakit penyerta seperti diabetes, penyakit jantung dan gangguan ginjal memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi.
“Yang dikhawatirkan adalah pada komponen yang rentan, yaitu anak-anak, balita, orang tua atau lansia, serta yang punya komorbid seperti diabetes, penyakit jantung, atau penyakit ginjal yang menjadi pemberat,” jelas dr. Puji.
Ia mengimbau masyarakat yang mengalami gejala infeksi saluran pernapasan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Pemeriksaan dapat dilakukan di puskesmas, dokter praktik swasta maupun klinik kesehatan.
Di RSUD Jombang, pasien dengan ISPA berat sejauh ini tidak banyak. Pasien yang membutuhkan penanganan lebih serius umumnya datang dengan penyakit penyerta atau sudah mengalami kondisi yang lebih berat seperti pneumonia.
Pasien dengan kondisi tersebut kemudian membutuhkan perawatan intensif di ruang perawatan khusus paru. RSUD Jombang memastikan pelayanan tetap disiapkan untuk menghadapi kemungkinan peningkatan pasien.
“RSUD Jombang setiap saat akan standby dan siap memberikan penanganan pada pasien apa pun, termasuk pasien infeksi saluran pernapasan,” tegas dr. Puji.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat Jombang diminta kembali membiasakan penggunaan masker, terutama saat berada di tempat umum atau lokasi dengan kerumunan padat. Kebiasaan tersebut diharapkan membantu menekan penularan virus di tengah perubahan cuaca yang berlangsung.(rial)



