Mojokerto-(satujurnal.com)
Sebanyak 46 penyintas tuberkulosis (TBC) di Kota Mojokerto menerima paket Bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) dari Kementerian Sosial Republik Indonesia. Penyerahan bantuan ini dipusatkan di Pendapa Sabha Mandala Tama, Balai Kota Mojokerto, Rabu (21/10/2026).
Bantuan hasil sinergi Pemerintah Kota Mojokerto dan Kemensos RI melalui Sentra Margo Laras Pati ini masing-masing bernilai Rp1.809.580 per penerima manfaat. Paket tersebut mencakup sembako, nutrisi, serta perlengkapan isi hunian berupa lemari plastik, kipas angin, dan tikar.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyatakan, bantuan ini merupakan bentuk apresiasi kepada warga yang disiplin merampungkan pengobatan TBC selama enam bulan hingga dinyatakan sembuh.
“Bantuan ini diberikan kepada panjenengan sebagai hadiah karena sudah tertib minum obat secara rutin selama enam bulan dan dinyatakan sembuh dari TBC. Harapannya, panjenengan bisa berbagi pengalaman kepada masyarakat lain agar termotivasi untuk menjalani pengobatan sampai tuntas,” tutur Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto.
Ia menegaskan, kedisiplinan berobat menjadi kunci utama mengendalikan penularan TBC sekaligus melindungi kelompok rentan seperti anak-anak.
Pihaknya meminta masyarakat tidak menolak pengobatan medis demi mewujudkan Kota Mojokerto yang sehat.
“Kalau sudah terdeteksi sakit, jangan menolak pengobatan. Minum obat sesuai petunjuk dokter sampai selesai. Ini ikhtiar kita bersama supaya masyarakat Kota Mojokerto sehat dan penularan TBC bisa dikendalikan,” tegasnya.
Selain itu, Ning Ita berpesan agar bantuan perlengkapan rumah tangga dan sembako tersebut dimanfaatkan secara maksimal untuk kebutuhan sehari-hari keluarga penerima manfaat.
“Bantuan yang akan panjenengan terima ini semoga bermanfaat untuk membantu kebutuhan panjenengan sehari-hari, juga untuk kebutuhan rumah tangga panjenengan. Mohon dimanfaatkan dengan baik, jangan sampai dijual nggih,” ujarnya mengingatkan.
Salah satu penerima manfaat asal Kelurahan Balongsari, Ach. Nyadjid, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian pemerintah. Ia mengakui perjuangan menelan obat selama enam bulan menuntut kesabaran tinggi demi kesembuhan total.
“Saya ingin sembuh, biar tidak menular ke anak cucu saya,” ungkap Nyadjid.
Penyaluran bantuan Atensi ini diharapkan mampu meringankan beban ekonomi keluarga penyintas sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendorong eliminasi TBC serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Mojokerto.(one/hms)



