Saturday, October 10, 2026
spot_img
HomeRegionalPemkot MojokertoSarat Potensi, Walikota Besut Pulorejo Jadi Kampung Bahasa

Sarat Potensi, Walikota Besut Pulorejo Jadi Kampung Bahasa

Mojokerto-(satujurnal.com)
Wilayah
kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto dicanangkan
Walikota Mas’ud Yunus sebagai kampung bahasa. Dipilihnya kampung yang berada di
utara Sungai Brantas berbatasan dengan wilayah Kabupaten Mojokerto ini lantaran
karakteristik warganya.
Kampung
Bahasa ini menyusul dua kampung produktif yang sudah lebih dahulu dicanangkan,
yakni Kampung Batik Surodinawan dan Kampung Sepatu Miji.
“Pulorejo
memiliki banyak potensi sebagai kampung bahasa. Ini bisa dilihat dari kondisi
masyarakat Pulorejo,
masyarakatnya  menjunjung tinggi paguyuban, bukan
masyarakat
patembayan,”  kata Mas’ud Yunus saat mencanangkan Kampung
Bahasa bertepatan dengan acara gebyar hadiah pembayaran Pajak Bumi dan

Bangunan (PBB) Kota Mojokerto, Jum’at (28/11/2014)
malam.
Menurutnya,
infrastuktur di Pulorejo, terkait kesehatan dan pendidikan sudah cukup. Di
wilayah ini berdiri pondok pesantran, MI,
TK negeri, SD negeri, SMP negeri,
SMK negeri.
“Dan
kita  berjuang agar
Perguruan Negeri bisa ada di Pulorejo ini,” terangnya.
Yang
membanggakan, lanjut Mas’ud Yunus, antusias masyarakat Pulorejo di bidang
kesehatan dan pendidikan cukup
baik. Beragam prestasi akademik sering diraih SD
N
Pulorejo.
“Kampung
bahasa yaitu sebuah kampung yang bisa memberi
kontribusi untuk memberi
ketrampilan berbahasa baik lokal. Nasional
dan internasional, terlebih menghadapi MEA dan
masyarakat global
dimana warga
kota Mojokerto  merupakan bagian masyarakat global, yang
harus disiapkan alat komunikasi yaitu bahasa,”
terangnya.
Untuk
mengefektifkan gerakan kampung bahasa di kelurahan Pulorejo, pekan lalu digelar
bintek bahasa.
“Setelah
pencanangan nanti, kata Mas’ud,
akan dimulai pelatihan tutor-tutor . Jadi kalau masuk Pulorejo
harus
menggunakan bahasa Inggris.
Kita juga bekerjasama dan menimba ilmu
dengan Mister Kalend di Pare Kediri, untuk melatih keluarga agar bisa
berbahasa inggris, sehingga nanti orang luar
daerah berbondong-bondong
ke
Pulorejo untuk belajar bahasa Inggris dan bahasa lain, sehingga
bisa
meningkatkan perekonomian masyarakat Pulorejo,” paparnya.
Kampung
bahasa tidak hanya ditunjukkan berupa gerakan tapi juga dalam 
bentuk
fisik, sosial   dan budaya yang mempunyai nilai pendidikan.
“Dengan
leading sector Dinkes dan dinas P dan P, lalu Dinas PU, KLH,
DKP, dan dinas lain memiliki 
program untuk menunjang kampung bahasa.
CSR perusahaan akan ditumpahkan
di Pulorejo, di bidang  telekomunikasi
juga akan membuka wifi gratis di Pulorejo. Nanti juga
akan dibangun
taman permainan
anak-anak, sehingga Pulorejo menjadi kawasan wisata
kesehatan dan pendidikan,” harap dia. (one)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular