Thursday, October 22, 2026
spot_img
HomeRegionalKabupaten JombangCuaca Ekstrem Picu Lonjakan ISPA dan Pneumonia, RSUD Jombang Catat 90 Pasien...

Cuaca Ekstrem Picu Lonjakan ISPA dan Pneumonia, RSUD Jombang Catat 90 Pasien Meninggal

Jombang-(satujurnal.com)
Gelombang cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jombang turut mempercepat penularan infeksi saluran pernapasan. Sebanyak 90 orang dilaporkan meninggal dunia akibat Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan pneumonia berat.

Berdasarkan data resmi dari RSUD Jombang, sebanyak 1.056 pasien menjalani perawatan intensif sepanjang Januari hingga Oktober 2026. Penyakit pernapasan ini dipicu kombinasi cuaca panas terik, angin kencang, serta udara berdebu.

Lonjakan kasus ini mencapai puncaknya dalam satu hingga dua bulan terakhir, di mana penularan virus menyerupai gejala “blue influenza” bergerak sangat masif di tengah masyarakat.

Direktur RSUD Jombang, dr. Puji Umbaran, menjelaskan bahwa mayoritas pasien yang berujung pada kondisi fatal merupakan kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, serta penderita penyakit penyerta atau komorbid berat seperti diabetes, gagal ginjal, dan gangguan jantung.

“Di tengah cuaca yang begitu ekstrem, panas yang begitu terik, kemudian anginnya begitu kencang dan berdebu, penularan infeksi saluran pernapasan memang sangat cepat sekali,” ujar dr. Puji Umbaran, Rabu (21/10/2026).

Sebelum dilarikan ke rumah sakit, para pasien dengan gejala ringan hingga sedang terlebih dahulu mendapat layanan kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas. Namun, bagi pasien yang mengalami sesak napas berat akibat penyumbatan saluran pernapasan, pihak puskesmas langsung merujuknya ke instalasi perawatan lanjutan RSUD Jombang setelah hasil pemeriksaan rontgen mendeteksi adanya infiltrat berbahaya pada paru-paru mereka.

“Pasien-pasien yang datang ke tempat kita itu rata-rata mereka memiliki komorbid, baik itu diabetes, gagal ginjal, gagal jantung, atau mungkin kelompok rentan yang lain karena usia tua maupun anak-anak,” jelas dr. Puji.

“Hasil rontgen menunjukkan memang betul ada infiltrat di paru-parunya, dan itu harus kita rawat secara maksimal agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.

Hingga saat ini, RSUD Jombang masih merawat 8 orang pasien yang terdiri atas 7 orang dewasa dan 1 orang anak-anak. Secara umum, kondisi para pasien tersebut berangsur stabil dan dalam proses pemulihan intensif.

Pihak rumah sakit terus menyerukan peningkatan kewaspadaan kepada seluruh warga untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila merasakan gejala gangguan pernapasan demi mencegah risiko fatal akibat cuaca ekstrem.(rial)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular