Wednesday, October 7, 2026
spot_img
HomeHukum dan KriminalUsai Cek Gaji, Pensiunan Guru Dirampok

Usai Cek Gaji, Pensiunan Guru Dirampok

Jombang-(satujurnal.com)

Pelaku
kejahatan selalu banyak cara agar berhasil lancarkan aksinya. 
Salah
satunya dengan modus berpura-pura menanyakan arah salah satu
jalan,
pelaku berhasil menggondol sejumlah barang berharga milik
korban. Hal itulah yang seperti dialami Umi Hariani
(62), pensiunan
guru, warga
Dusun/Desa Bandar, Kec. Bandar Kedungmulyo,kemarin. Usai
mengecek gaji
ke-13 melalui mesin ATM sebuah bank setempat, perempuan ini malah
dirampok sekelompok pria berkendara mobil.
Awalnya,
para
pelaku berpura-pura menanyakan arah jalan. Namun saat lengah, korban langsung dipaksa masuk ke dalam
mobil.
Selanjutnya,
sejumlah perhiasan
dan uang milik korban dirampas. Selanjutnya, korban
diturunkan di
sebuah tempat yang
sepi. Sedangkan para pelaku langsung kabur.
Informasi
yang diperoleh, aksi kejahatan yang dialami korban terjadi
sekitar pukul 08.00, di kawasan
Dusun Semelo, Desa Kayen, Kec. Bandar
Kedungmulyo.
Awalnya,
korban bersama dengan rekannya mendatangi BRI
Kayen. Disana, korban langsung
masuk ke kamar ATM yang berada di depan
bank. Korban bermaksud mengecek gaji ke-13 miliknya apakah sudah cair.
Setelah
beberapa menit, didapati kalau gaji ke-13 milik belum
tertransfer ke rekening
tabungannya. Mendapati hal itu, korban
memutuskan untuk berbelanja ke minimarket yang tak jauh dari bank
sebelum pulang.

Namun
ketika baru berjalan beberapa meter dari bank, korban didekati
sebuah mobil jenis Avanza hitam, nopol tak diketahui.
Saat mobil itu
berhenti, seorang
pria langsung turun dan bertanya kepada korban. Pria
itu menanyakan arah jalan ke makam Gus Dur.
Selain
itu, dengan gaya
bicara yang cukup meyakinkan pria itu juga menyatakan
dirinya disuruh bertanya oleh seorang kyai yang berada di dalam
mobilnya. Oleh karena
itu, korban
diminta untuk menjelaskan langsung kepada ‘kyai’ yang
dimaksud oleh pria itu.
Tak
curiga, apalagi ketahui betul arah jalan
yang dimaksud, korban segera
menuju ke mobil bersama pria itu.
Tanpa
diduga, ketika berada di dekat mobil, korban langsung dipaksa
untuk masuk ke dalam mobil. Selain itu, korban diancam
agar menurut
agar tak dilukai.
Tentu
saja, korban yang ketakutan hanya bisa diam
dan segera masuk ke dalam mobil.
Selanjutnya, para pelaku bermobil
tersebut
segera tinggalkan lokasi dengan membawa korban.
Dalam
perjalanan, para pelaku yang terdiri dari 3 orang pria itu


langsung
memaksa korban agar menyerahkan barang berharga miliknya,
serta uang yang dibawa korban. Rupanya, para pelaku
mengira korban
baru saja mengambil
sejumlah uang dari bank.
Praktis,
korban yang
ketakutan terpaksa turuti permintaan para pelaku. Korban
serahkan perhiasan emas yang dikenakannya, yakni giwang, cincin dan
kalung.
Selain
itu, uang Rp 250 ribu dan sebuah HP. Meski demikian, korban


sempat
berusaha mempertahankan barang berharga miliknya tersebut. Tak
ayal, melihat korban berusaha melawan, 2 orang pelaku
langsung memukul
korban hingga tak berdaya lagi.

Berhasil,
para pelaku memutuskan untuk menurunkan pelaku di suatu
tempat yang sepi. Selanjutnya, para pelaku segera
kabur tinggalkan
korban. Atas
kejadian tersebut, korban segera minta tolong dan
melaporkannya ke polsek setempat.

“Kami
segera lakukan penyelidikan
atas laporan korban. Ciri-ciri pelaku sudah diketahui,
semoga bisa
segera terungkap dan
ditangkap,” ujar AKP Lely, Bahtiar, Kasubbag
Humas Polres Jombang, membenarkan saat dikonfirmasi,
Kamis (24/7).(rg)
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular