resah. Pasalnya PT Sang Hyang Seri (SHS), mitra produsen benih menunggak
pembayaran hingga puluhan miliaran rupiah. Akibat nyantolnya uang di BUMN
tersebut, para penangkar benih ini terancam tak bisa berproduksi.
dibayar PT SHS sejak setahun terakhir. Padahal, pembayaran diterima produsen
benih setiap musim tanam.
Jaya Mandiri asal Jember mengatakan,
sampai saat ini SHS belum juga menyelesaikan pembayaran pembelian benih subsidi
dari puluhan produsen benih di Jatim. Padahal kontrak pengadaan benih sudah
dipenuhi antara bulan maret-april 2014.
kontrak suplai benih padi subsidi dari PT SHS Cabang Jember sebanyak 1.500 ton
benih senilai rp 12,25 miliar. Dari jumlah itu sudah kita salurkan seluruhnya,”
kata Karim, Kamis (04/12/2014).
produsen benih se Jawa Timur belum dibayar SHS, maka mereka sepakat tidak akan
mengirim benih. Dan gabah benih akan digiling karena lebih mudah menjualnya.
padi tidak sampai langkah. Karena jika tidak ada beni bersubsidi dari
pemerintah, maka petani tidak akan mampu membeli pada di pasaran karena
harganya jauh lebih tinggi dari beni bersubsidi. (rg)




