Saturday, October 10, 2026
spot_img
HomeSosial BudayaDenyut Sejarah di Bumi Mojopahit: Kirab Mojo Bangkit Kembali Digelar

Denyut Sejarah di Bumi Mojopahit: Kirab Mojo Bangkit Kembali Digelar

Mojokerto-(satujurnal.com)
Kota Mojokerto kembali menggeliat dalam semangat budaya dan sejarah lewat gelaran Kirab Budaya Mojo Bangkit yang digelar Kamis (26/6/2025). Ribuan warga antusias memadati sepanjang rute kirab yang dimulai dari Alun-Alun Wiraraja dan berakhir di depan Balai Kota Mojokerto. Event ini menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi Kota Mojokerto ke-107, sekaligus momentum untuk menghidupkan kembali semangat kebersamaan dan identitas lokal.

Tak kurang dari 800 penampil ambil bagian dalam kirab yang menghadirkan nuansa akulturasi lintas zaman. Mulai dari kejayaan Majapahit, era kolonial, hingga masa perjuangan kemerdekaan, semuanya tergambarkan lewat kostum, atraksi, dan narasi visual yang dibawakan para peserta.

Kirab diawali dengan barisan prajurit Majapahit yang tampil gagah lengkap dengan kereta hias, dilanjutkan dengan penampilan unik para pelajar SDN Purwotengah yang mengenakan kostum ala Soekarno kecil—mengingatkan kembali pada jejak sejarah Bung Karno semasa sekolah di Mojokerto. Ada pula barisan pasukan Belanda dan tentara PETA yang menggambarkan masa penjajahan hingga perjuangan rakyat.

Tak ketinggalan, para peserta membawa potret tokoh-tokoh pejuang asal Mojokerto seperti K.H. Nawawi, K.H. Achiyat Chalimy, R.A. Basuni, Residen Pamuji, Letkol Wiyono, Kolonel Bambang Y., dan R.P. Soeroso—sebagai bentuk penghormatan kepada mereka yang telah berjuang bagi bangsa.

Kirab ini juga menjadi panggung bagi berbagai seni tradisi. Tarian-tarian daerah, barongsai, bantengan, reog Ponorogo, dan iringan musik karawitan mewarnai suasana, menjadikan jalanan kota seperti panggung kolosal budaya.

Wakil Wali Kota Mojokerto, Rachman Sidharta Arisandi atau yang akrab disapa Cak Sandi, mengatakan bahwa Kirab Budaya Mojo Bangkit bukan sekadar hiburan, tapi juga sarat makna sejarah dan filosofi. “Ini adalah bentuk nyata dari upaya menjaga kesinambungan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan,” ungkapnya.

Digelar pertama kali pada tahun 2019, kirab ini kini telah menjelma menjadi ikon kebangkitan Kota Mojokerto, sekaligus media edukasi publik tentang sejarah lokal. Tak hanya meriah, kirab ini juga selaras dengan Misi PancaCita, khususnya dalam memperkuat ketahanan sosial dan budaya serta mendorong terciptanya masyarakat yang berdaya dan berbudaya.

“Kegiatan ini memperlihatkan bahwa seni dan tradisi bukan hanya bagian dari masa lalu, tapi juga kekuatan yang menyatukan kita hari ini,” lanjut Cak Sandi.

Ia pun mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat, mulai dari pelajar, seniman, komunitas budaya, hingga masyarakat umum yang ikut menyukseskan acara. Harapannya, Kirab Budaya Mojo Bangkit bisa terus digelar tiap tahun sebagai ruang bersama untuk merawat sejarah dan menghidupkan semangat kebudayaan.

“Semoga melalui kirab ini, masyarakat merasa terhibur sekaligus mendapatkan pembelajaran tentang sejarah leluhur kita, Mojopahit. Dan semoga Allah memudahkan ikhtiar kita untuk memulihkan kembali kejayaan Bumi Mojopahit di kota yang kita cintai ini,” pungkasnya.(one/hms)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular