menghadang dump truk bermuatan tanah uruk yang melintas di Desanya, Senin (8/5/2017). Hal itu menyusul rusaknya jalan Desa penghubung antar
Kecamatan di Desanya akibat kerap dilalui kendaraan berat milik proyek jalan
tol.
Menurut salah satu warga pengguna jalan, Masudin, setiap harinya,
ratusan dump truk bermuatan tanah uruk melintasi jalan desa yang ada
di pinggir tanggul sungai Brantas tersebut. Jalan yang dibangun pada tahun 2016
lalu itu, kini aspal nya hilang, dan bergelombang. Akibatnya, banyak pengguna
jalan yang terjatuh saat melintas di ruas jalan itu.
Kata Masudin, warga sudah seringkali menegur pihak pelaksana
proyek jalan tol itu. Namun, pihak proyek tol jurusan Surabaya – Madiun seakan
tutup mata tak mau tahu.
Baru saat sejumlah warga dan awak media datang di jalan yang
rusak tersebut, pihak proyek menguruk jalan yang berlubang. Meski begitu, warga
tetap menuntut agar jalan yang sebagai akses jalan satu-satunya warga Desa
Bandar Kedung Mulyo itu segera dibangun pihak proyek tol sebagaimana semula
yakni aspal hotmix.
sudah selesai dibangun. Jika tidak, warga segera mendatangkan material, yang
akan ditempatkan jalan tersebut.
“Banyak digunakan untuk akses jalan perbaikan tol. Ini
rusaknya sudah hampir dua bulanan, ini sudah kita sampaikan dalam satu minggu
yang lalu dengan kepala desa untuk disampaikan kepada Perusahaan, namjn
tidak ada tanggapan”, kata Masudin.
Amatan di lapangan, jalan beraspal sepanjang hampir
satu kilometer dengan lebar 6 meter itu nampak rusak parah. Kendati baru
diaspal tahun 2016 lalu, kini aspalnya sudah tidak nampak lagi. Selain itu,
jalan juga banyak yang berlubang. Karena itu, banyak pengendara motor yang
terperosok. Terlebih lagi, jika hujan, kondisi jalan semakin licin. (tar)




