bagi kaum muslim. Apalagi saat berbuka puasa selain bisa berkumpul keluarga
juga menemukan menu yang tepat dan unik.
, sekitar areal wisata makam Gus Dur ada
menu unik yakni nasi uduk bakar berbungkus daun pisang. Dengan andalan nasi
uduk bakar menambah daftar kuliner di kota santri,
sensasi tersendiri. Ditambah lagi menu pelengkap sambel teri dan oseng
daun papaya, kian menambah sensasi penikmatnya.
terbungkus daun pisang yang sudah dibakar. Bersanding dengan sambel teri dan
oseng daun papaya, nasi ini menambah kenikmati pecinta kuliner pedas menyantap
menu buka puasa dengan lahap.
berbeda nasi uduk yang diproses dengan berbagai bumbu rempah seperti serey, lengkuas
hingga daun jeruk serta santan ini disajikan terpisah dari lauknya. Setelah proses
pembuatan nasi matang, nasi tidak langsung dihidangkan namun dibungkus dengan
daun pisang.
dahulu bersama sejumlah lauk yang diinginkan pembeli.
usaha ini juga menyediakan aneka lauk seperti lele bakar,pentol bakar hingga
aneka gorengan lainnya.
ini mengaku sensasi rasa gurih dicampur pedas sambel yang dihidangkan cukup
menarik. Selain bisa menjadi referensi berkumpul keluarga juga bisa menguji
nyali penikmat masakan pedas.
mengakui sengaja menghadirkan nasi uduk bakar Ini karena melihat potensi
besarnya warga luar daerah yang datang di kawasan wisata religi Gus Dur.
Belum lagi ribuan santri yang bermukim dipesantren. Dengan menyajikan menu
tersendiri dirinya ingin memberi warna pecinta nasi gurih ala nasi uduk
bakarnya.
memang meningkat hingga seratus persen dibandingkan hari biasa.Sejumlah pecinta
kuliner memang memiliki sensasi untuk berburu menu buka puasa.
kuliner rasa gurih dan pedas tidak ada salahnya mencoba menu yang satu ini. Harga
murah dijamin oleh sang pemilik usaha ini tidak akan mengurangi rasa dan
sensasi masakan berbalut daun pisang ini.(rg)




