Saturday, October 10, 2026
spot_img
HomeUncategorizedKemenkes Targetkan Kota Mojokerto Bebas Tuberkulosis dalam Tiga Tahun

Kemenkes Targetkan Kota Mojokerto Bebas Tuberkulosis dalam Tiga Tahun

Mojokerto-(satujurnal.com)
Kementerian Kesehatan RI membidik Kota Mojokerto sebagai daerah percontohan nasional dalam percepatan eliminasi tuberkulosis (TB).

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Oktavianus bahkan mematok target tegas agar wilayah ini mampu mencapai status bebas TB dalam kurun tiga tahun.

Pernyataan tersebut disampaikan Benjamin saat meninjau langsung pelaksanaan skrining TB terintegrasi program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kelurahan Surodinawan dan RSUD dr. Wahidin Sudirohusodo, Selasa (29/9/2026).

Dalam peninjauan itu, Wamenkes didampingi Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, serta Wakil Wali Kota Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi.

Benjamin menilai strategi deteksi dini di Kota Mojokerto tepat sasaran karena langsung menyasar kelompok rentan dan warga yang melacak kontak erat dengan pasien.

“Kami datang ke Kota Mojokerto bersama Ibu Wali Kota melihat program bagaimana dilakukan skrining TB. Tadi saya lihat caranya sudah benar, kontak erat yang disasar dan orang yang berisiko sakit yang disasar. Itulah strategi kita menurunkan kasus TB di Indonesia,” ujar Benjamin.

Ia optimistis target eliminasi tersebut realistis mengingat Kota Mojokerto didukung infrastruktur medis yang memadai, meliputi enam rumah sakit, enam puskesmas, dan 10 puskesmas pembantu (pustu). Selama ini, fasilitas kesehatan di Kota Mojokerto juga teruji mampu menangani pasien rujukan dari luar daerah.

“Kalau bisa kita melakukan pemberantasan TB sebagai percontohan nasional, Kota Mojokerto, Kota Bogor. Saya sudah lihat kota-kota yang bisa karena SDM-nya cukup dan selama ini jadi tumpahan mengobati orang wilayah kota lain,” kata Benjamin.

Ia menambahkan, penguatan prosedur skrining, pemeriksaan rontgen, hingga pemberian terapi pencegahan maupun pengobatan aktif menjadi kunci pemutus rantai penularan. Edukasi pola hidup sehat juga dinilai krusial untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat.

“Dengan data yang ada kita bisa, seluruh warga Kota Mojokerto yang kontak erat harus diperiksa kesehatannya. Difoto ronsen, kalau begitu dia nggak sakit langsung dapat obat pencegahan, yang sakit langsung diobati,” ungkapnya.

“Harapan saya tiga tahun ke depan Mojokerto salah satu kota bebas TB pertama di Indonesia. Mimpinya saya itu, karena punya wali kota yang hebat,” lanjut Wamenkes.

Sementara itu, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program nasional penanganan TB. Langkah nyata diwujudkan lewat alokasi anggaran sektor kesehatan yang melampaui ketentuan batas minimal.

“Anggaran kesehatan kita lebih dari 20 persen, lebih dari yang ditetapkan dalam mandatory spending. Kemudian kita juga memiliki para kader yang siap menjadi garda terdepan untuk berkolaborasi dalam eliminasi TB,” tegasnya.(one/hms)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular